Kediri
Mencari Rumput, Lha Kok Malah Terjatuh ke Cekungan Air, Maut pun Tak Terhindarkan
Mayat korban baru ditemukan setelah Tim SAR Brimob diterjunkan untuk melakukan pencarian di lokasi embung, Sabtu (17/12/2016).
Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Nahas menimpa Rubingah (45) warga Dusun Bukaan, Desa/Kecamatan Tarokan. Saat memetik sayuran, korban terpeleset ke dalam Embung di Dusun Guworejo, Desa/Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.
Embung adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan.
Mayat korban baru ditemukan setelah Tim SAR Brimob diterjunkan untuk melakukan pencarian di lokasi embung, Sabtu (17/12/2016).
Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, kejadian yang menimpa korban bermula saat korban bersama saksi Sopiatun dan Bonari berangkat mencari rumput.
Di perjalanan saksi melihat perempuan dengan ciri- ciri rambut agak botak membawa timba dan memakai kaos orange sedang memetik sayuran di tepi embung.
Selanjutnya saksi tetap berangkat merumput di sebelah baratnya embung. Tidak berselang lama saksi mendengar suara minta tolong. Mendengar itu pelapor melihat ke arah timur dan terlihat orang yang sedang kecebur di embung.
Kemudian saksi mendatangi ke lokasi. Namun karena jaraknya agak jauh dan jalannya sulit sempat mengalami kesulitan untuk mendatangi korban.
Karena airnya keruh korban yang kecebur embung tidak terlihat. Mengetahui ada warga yang kecebur embung, masyarakat sekitar kemudian berdatangan ke TKP. Kejadian itu kemudian dilaporkan Muslimun (36) ke Polsek Tarokan.
Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar menjelaskan, untuk melakukan pencarian korban, petugas mendatangkan Tim SAR Brimob.
Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal. Kondisi embung yang menelan korban memiliki kedalaman 9 meter dan luasnya 4 hektar dengan kondisi air keruh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/embung-cekungan-air_20161217_171402.jpg)