Jumat, 10 April 2026

Kediri

Pengemis Tak Kapok Setelah Terjaring Razia Satpol PP, Ternyata Ini Penyebabnya

Setelah boleh pulang, Siti terpaksa mengemis lagi. Bahkan Siti tidak hanya mengemis di Kediri. Siti juga mengemis di Jombang, Nganjuk, dan Blitar.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Gelandangan dan pengemis yang terjaring razia Satpol PP Kota Kediri. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Satpol PP Kota Kediri sering merazia gelandangan dan pengemis (gepeng). Namun jumlah gepeng dan pengamen yang berkeliaran di Kota Kediri masih tetap banyak. Bahkan ada gepeng yang tidak jera setelah berulang kali terjaring razia.

Seperti yang dialami pengemis bernama Siti (40). Siti biasa beroperasi di Jalan Dhoho dan sejumlah pasar di Kota Kediri. Siti sudah 5 kali terjaring razia Satpol PP. Namun Siti tidak kapok mengemis.

“Hasilnya untuk modal jualan. Saya tidak punya ketrampilan untuk bekerja. Padahal saya harus menghidupi dua anak yang masih sekolah,” ungkap Siti, Senin (26/12/2016).

Siti sempat ketakutan saat terjaring razia pertama kali. Dia pun takut saat dibawa petugas ke panti sosial. Ternyata Siti hanya diceramahi, tanpa ada solusi lain.

“Di panti sosial hanya mendapat ceramah tanpa diberi pelatihan, apalagi modal kerja,” ungkapnya.

Setelah boleh pulang, Siti terpaksa mengemis lagi. Bahkan Siti tidak hanya mengemis di Kota Kediri. Siti juga mengemis di Jombang, Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung.

“Sebenarnya enak mengemis di Blitar dan Tulungagung. Satpol PP-nya sabar-sabar mas,” tuturnya.

Siti mengemis di Kota Kediri karena dekat dengan rumahnya.

“Sebenarnya malu kalau ketahuan tetangga. Tapi bagaimana lagi. Ini terpaksa,” ungkap janda 2 anak yang mengaku warga ber KTP Kabupaten Kediri tersebut.

Hal senada dikemukakan Atun (35) yang biasa mengemis di lampu merah di Jalan Ahmad Yani, Kota Kediri. Atun sudah 7 kali terjaring razia Satpol PP.

Atun juga menjadikan mengemis sebagai mata pencaharian. Namun ibu dua anak itu enggan menjelaskan penghasila mengemisnya.

“Cukup untuk beli beras dan lauknya,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan pihaknya harus menyaring gelandangan dan pengamen yang terjaring razia. Tidak semua gelandangan dan pengemis dapat dibawa ke Panti Sosial di Sidoarjo.

“Kalau masih punya keluarga, kami kembalikan kepada keluarganya untuk dibina. Kami hanya kirim ke Panti Soal gelandangan dan pengemis yang memenuhi syarat,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved