Malang Raya

Saat SMA, Edo Pernah “Membobol” Sejumlah Website! Kini, Dia Menciptakan Aplikasi Penangkal Hoax

Pemuda asli Kota Malang ini memang hanya tamatan SMA, tapi ia memiliki kecerdasan layaknya lulusan perguruan tinggi

Saat SMA, Edo Pernah “Membobol” Sejumlah Website! Kini, Dia Menciptakan Aplikasi Penangkal Hoax
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Muchammad Edo menunjukkan aplikasi bernama Remap. Aplikasi software ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Ia membuat aplikasi ini tahun 2014, Kamis (5/1/2016). 

SURYAMALANG.COM - Masa SMA-nya sungguh “nakal”. Ia pernah “membobol” sejumlah website berbekal kecerdasan yang ia miliki. Namun, masa SMA yang dipenuhi unsur “kenakalan” ini, justru membuat Muchammad Edo (29) mantap menapaki jenjang karier selanjutnya.

Pemuda asli Kota Malang ini memang hanya tamatan SMA, tapi ia memiliki kecerdasan layaknya lulusan perguruan tinggi, khususnya di bidang Informasi dan Teknologi (IT).

Saat ditemui SURYAMALANG.COM, ia sedang mengutak-atik aplikasi yang bernama ‘Remap’, Kamis (5/12/2017) pagi. Aplikasi yang ia buat ini merupakan aplikasi kecerdasan buatan.

Aplikasi buatan dia ini bukanlah aplikasi yang mengerikan, tetapi justru aplikasi yang bisa membantu orang dalam hal apa pun. Bahkan bisa berkomunikasi dengan aplikasi ini. Satu per satu, Edo menjelaskan isi dari aplikasinya.

Dalam aplikasi Remap yang ia buat tahun 2014 ini, ada berbagai pilihan menu, di antaranya Kios, Maps, Kabar, Co-Mix, Ide. Dalam menu Kabar, membuat orang yang mendownload aplikasi yang akan dilaunching 20 Januari ini menjadi penulis sebenarnya. Intinya membuat orang memberikan kabar yang sesungguhnyam bukan kabar hoax.

“Semisal, kita melihat ada kecelakaan atau ada bom meledak. Kita foto, jepret-jepret, kita tulis, kita posting di aplikasi menu Kabar. Kita cantumkan juga lokasi, waktu, sama seperti halnya mengabarkan. Nah, kelebihannya, kalau di aplikasi lainnya hanya mendapatkan like saja, di sini bisa dapat uang,” kata dia membuka percakapan.

Kok bisa dapat uang? Edo mengatakan, setiap yang diposting, jika postingan itu benar, maka yang mengabarkan mendapatkan iklan. Dari iklan itu dihitung, per iklan Rp 1. Meskipun hanya satu rupiah, jika memposting dalam jumlah yang banyak, maka semakin banyak juga iklan yang akan masuk ke dalam postingan itu. Lalu bagaimana tahu dengan berita yang diposting hoax atau bukan.

“Aplikasi Remap merupakan aplikasi dengan kecanggihan buatan, jadi bisa mendeteksi berita atau kabar itu hoax atau bukan. Apabila postingan itu hoax, maka akan di-hidden (disembunyikan) secara otomatis. Dan yang memposting tidak akan mendapatkan reward,” imbuh alumnus SMAN 10 ini.

Ayah dua orang anak ini, membuat aplikasi buatan bersama satu orang temannya. Sebelum membuat aplikasi terbaru ini, ia pernah membuat dan memproduksi laptop, yakni merek Ezy. Namun sayangnya, laptop yang ia buat sekitar 7 tahun yang lalu ini gagal produksi di Indonesia.

Laptopnya berhasil ia produksi di India dan terjual sekitar 40 ribu dari empat tipe. Sayangnya, laptop yang ia buat ini hanya bertahan sebentar saja, karena saat itu, kebetulan laptopnya untuk mendukung suatu perusahaan ternama di India.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved