Breaking News:

Jendela Dunia

Lempeng Es Raksasa Mencair, ini Dampaknya Bagi Kehidupan di Bumi

Sebuah lempengan es terbesar di Antartika yang diketahui oleh manusia akan segera patah dan terpisah dari benua es itu.

Editor: Adrianus Adhi

SURYAMALANG.COM - Sebuah lempengan es terbesar di Antartika yang diketahui oleh manusia akan segera patah dan terpisah dari benua es itu.

Lempengan ini bernama Larsen C dan sudah mulai patah secara perlahan-lahan dari bagian selatan benua ini.

Celakanya, retakan yang besar sudah mengancam akan patah dan memisahkan lempengan es baru seluas kurang lebih 5.000 kilometer kubik.

Patahan ini sudah diduga akan terpisah selama beberapa bulan terakhir.

Pada pertengahan Desember 2016 silam, patahan dan retakan semakin jelas terlihat sehingga hal ini mungkin akan segera terjadi.

Larsen C merupakan satu dari 10 lempengan es terbesar di Antartika.

Keseluruhan dari lempengan es Larsen C luasnya kurang lebih dua kali lipat dari Hawaii.

Larsen C memang tidak menunjukkan tanda-tanda akan runtuh, namun patahan baru ini akan mengurangi sekitar 10 persen dari keseluruhan lempengan.

Para peneliti khawatir, patahnya 10 persen dari bagian Larsen C ini akan membuat kondisi menjadi tidak stabil.

Dalam waktu satu dekade ke depan, bisa jadi Larsen C akan benar-benar kolaps.

Hal ini sangat mengkhawatirkan karena Larsen C adalah lempengan es yang paling penting di Antartika.

Jika kelak Larsen C benar-benar seluruhnya rusak, maka akan terjadi kenaikan level air laut di dunia hingga sekitar 10 cm.

Angka ini mungkin terdengar kecil, namun bila digabungkan dengan rerata kenaikan level air tahun setiap tahunnya, maka di masa depan kenaikan air laut akan sangat banyak dan menyebabkan timbulnya berbagai macam bencana. (intisari-online.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved