Kediri
Miris, Pria Ini Dirantai Dekat Kandang Sapi Selama Puluhan Tahun
Giran sudah 33 tahun hidup dengan kondisi dirantai tangan dan kakinya. Penderita jiwa ini diisolasi dalam gubuk yang ada di dekat kandang sapi
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Pasung dan rantai terhadap penderita jiwa kembali terjadi. KALI ini menimpa Giran alias Mualan (55), warga Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Giran sudah 33 tahun hidup dengan kondisi dirantai tangan dan kakinya. Penderita jiwa ini diisolasi dalam gubuk yang ada di dekat kandang sapi belakang rumahnya.
“Sejak saya tinggal di Desa Tegowangi, Pak Giran sudah dirantai tangannya. Keluarganya merantai karena khawatir orangnya mengamuk,” ungkap Animain (51), tetangga Giran kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (10/1/2017).
Selama ini Giran dirawat ibunya, Mariyem (75) yang sudah tua renta. Mariyem mengirim makanan dan membersihkan ruangan tempat Giran diisolasi tiap pagi.
Kondisi ruangan tempatnya diisolasi sangat memprihatinkan. Selain beralaskan tanah, ruangan itu hanya berdinding gedek.
Giran pun hanya tidur beralaskan tikar lusuh. Pakaian dan sarung yang dipakai selimut pun sudah kotor dan berbau.
Menurut Animain, Giran sekarang sakit-sakitan. Giran menderita batuk dan flu yang tidak kunjung sembuh sejak sebulan terakhir.
Sejauh ini kondisi Giran belum mendapat perhatian dari aparat terkait. Dinas Kesehatan, dan Kantor Dinas Sosial belum melakukan tindakan terhadap penderita pasung ini.
“Setahu kami, kalau ada kunjungan yang datang, biasanya mahasiswa praktik. Selain itu tidak pernah mendapat pengobatan memadai,” ungkap Animain.
Sementara itu, Mariyem pasrah terhadap kondisi anaknya yang kurang terawat. Dia merantai anaknya agar tidak keluyuran dan mengganggu lingkungan.
Perempuan tua itu khawatir dan trauma jika Giran dilepas. Sebelumnya, Giran pernah menganiaya tetangganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dipasung_20150410_184722.jpg)