Malang Raya
Pemkot Malang Telah Siapkan Konsep Setelah Kuasai Pabrik Keramik Dinoyo
M Anton mengaku telah menyampaikan permintaan hibah aset tersebut kepada Pemprov. Pemprov pun berjanji akan memfasilitasi pemindahan tersebut.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pemkot Malang masih menunggu hibah aset bekas pabrik keramik Dinoyo di Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang dari pihak ketiga. Bangunan dengan luas lahan sekitar 1 hektare itu merupakan aset Pemprov Jatim yang dikelola pihak ketiga.
Wali Kota Malang, M Anton mengaku telah menyampaikan permintaan hibah aset tersebut kepada Pemprov. Pemprov pun berjanji akan memfasilitasi pemindahan tersebut.
Pemkot hanya bisa menunggu sampai ada tindak lanjut. Jika aset itu jadi milik Pemkot Malang, warga sekitar berencana mengubahnya menjadi museum dan tempat pameran.
“Daripada sekarang, bagunannya tidak berguna,” kata Anton, Minggu (15/1/2017).
Meski belum ada kepastian, Anton tetap berharap proses pengalihan aset tersebut bisa terlaksana. Pemkot juga tidak mau ambil risiko, misalnya pembenahan bangunan sebelum ada pemindahan aset.
“Lebih baik menunggu dari Pemprov dahulu,” sambungnya.
Sementara itu, Lurah Dinoyo, Arif Tri Sastyawan mengatakan industri keramik di Dinoyo semakin menurun. Sekarang hanya tersisa sekitar 30 pengrajin dan penjual keramik. Padahal jumlah mencapai dua kali lipat pada lima tahun silam.
Pemugaran bekas pabrik keramik menjadi museum dan tempat pameran akan menggairahkan produksi keramik lagi. Apalagi, Dinoyo sedang mendorong tempat itu menjadi objek wisata di Kota Malang. Arif mengklaim lokasi tersebut sudah menjadi tempat wisata kerajinan paling ramai dibandingkan daerah lain.
“Tiap ada kunjungan. Kami usahakan mampir ke sini,” kata Arif.
Jika aset bisa pindah, dia sudah merencanakan akan membuat museum di lokasi tersebut. Pihaknya pun sudah menyiapkan barang dan data untuk museum, seperti foto produksi keramik pada 1951.
“Fotonya lengkap. Ada yang produksi pertama juga,” tambahnya.
Pabrik keramik itu sudah tidak beroperasi sejak 10 tahun silam. Produksi pabrik macet akibat kalah bersaing dengan industri keramik modern. Produk yang dihasilkan pabrik itu dahulu antara lain tungku kantong api, dan keramik untuk saluran listrik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wisatawan-asing-belajar-di-kampung-keramik-dinoyo-kota-malang_20160805_115517.jpg)