Breaking News:

Malang Raya

Sudah Setahun, RSUD Kota Malang Tak Punya Dokter Spesialis Bedah dan Patologi

Rohana mengatakan, kalau ada pasien yang membutuhkan dua dokter spesialis itu, terutama dokter bedah, maka dirujuk ke rumah sakit lain.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
RSUD Kota Malang di Jalan Rajasa, Bumiayu, Kota Malang. Foto diambil: Selasa (10/5/2016) 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang sudah setahun tak memiliki dokter spesialis di dua bidang. Yakni Spesialis Bedah dan dokter spesialis Patologi Klinik (khusus pemeriksaan laboratorium).

Kekosongan dokter spesialis di RSUD Kota Malang ini dikarenakan dokter spesialis yang ada sebelumnya mengundurkan diri. Dirut RSUD Kota Malang, Rohana, mengatakan pihaknya tidak tinggal diam terkait kekosongan dua dokter spesialis. Sejak mengalami kekosongan dua posisi itu pihaknya telah mengajukan ke Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kota Malang.

Namun, belum ada dokter yang mau mengisi kekosongan itu. Dikatakannya, faktor yang membuat dokter spesialis di RSUD Kota Malang mengundurkan diri karena target kurang.

"Setiap dokter juga harus mengisi STR (Surat Tanda Registrasi) nya. Awal-awal memang belum memenuhi target mereka. Itu satu di antara faktor yang membuat mereka mengundurkan diri. Idealnya setiap spesialis harus ada minimal satu dokter," kata Rohana kepada SURYAMALANG.COM, Senin (16/1/2017).

Rohana mengatakan, kalau ada pasien yang membutuhkan dua dokter spesialis itu, terutama dokter bedah, maka dirujuk ke rumah sakit lain. Bisa ke RSSA Kota Malang, ke RSI Unisma, RS Panti Nirmala, sesuai kebutuhan setiap pasien.

Dikatakan urgent membutuhkan dokter spesialis, memang ugent. Namun, pihak RSUD Kota Malang sudah melakukan beberapa upaya untuk mengisi kekosongan dua dokter, termasuk woro-woro.

Dalam sehari, pasien di RSUD Kota Malang bisa mencapai sekitar 50 orang saja. Angka segitu bagi Rohana masih sedikit.

"Target pasien kok kayaknya ndungakno wong loro toh, Mbak. Ya enggak lah. Kami memaksimalkan pelayanan. Bagaimana masyarakat kota malang ini ada RSUD tipe D, bisa memaksimalkan pelayanan. Pasien sedikit ya ada yang bilang aksesnya sulit," imbuhnya.

Ia menyebutkan, sejauh ini total dokter di RSUD Kota Malang ada 10. Yakni masing-masing mengisi di bidang Dokter Penyakit Dalam ada 1 orang, Dokter Kebidanan Kandungan ada 2 orang, Dokter Anak ada 2, Dokter Spesialis Anastesi ada 1 orang, Dokter Kulit ada 1 orang, Dokter Radiologi ada 1 orang, dan Dokter Gigi ada 2 orang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved