Malang Raya
Pendapatan Tempat Wisata Ini Capai Rp 70 Juta, Tapi Pemerintah Desa Hanya Dapat Rp 600 Ribu
Pemerintah Desa baru mendapat bagian keuntungan pada 2016. Sebelumnya tidak ada pemasukan dari pengelolaan Coban Jahe.
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, JABUNG - Puluhan warga Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang yang bergabung dalam Ikatan Pemuda Pecinta Alam Begawan Abiyaksa (IPPASA) mempertanyakan Pengelolaan Wana Wisata Coban Jahe. Warga merasa disingkirkan dan tidak dilibatkan dalam pengelolaan lokasi wisata tersebut.
Kades Pandansari, Dodik Mulyo Santoso mengatakan lokasi wisata tersebut masuk wilayah Perhutani. Selama ini Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKDPH) yang dipercaya sebagai pengelola. Namun lokasi wisata ini mengalami kemajuan setelah ada keterlibatan IPPSA.
Dodik mengaku tidak tahu pasti keuntungan Coban Jahe. Seingatnya, pendapatan pengelolaan Coban Jahe dibagi dengan besaran 38 persen untuk Perhutani, 20 persen untuk Pemkab Malang, dan 30 pihak pengelola. Sedangkan Pemerintah Desa mendapat bagian 2 persen.
“Masih ada 10 persen sisanya. Tetapi saya lupa rincian pastinya. Yang pasti kami (Pemdes, red.) hanya mendapat dua persen,” terang Dodik.
Pemerintah Desa baru mendapat bagian keuntungan pada 2016. Sebelumnya tidak ada pemasukan dari pengelolaan Coban Jahe.
Dodik menambahkan pihaknya mendapat bagian keuntungan sebesar Rp 600.000 pada 2016.
Angka ini dianggap sangat kecil. Sebab persentase bagi hasil Pemerintah Desa paling kecil dibanding pihak lain. Padahal Desa Pandansari yang menjadi lokasi Coban Jahe mendapat manfaat lebih besar.
“Mungkin saya akan pertemukan IPPASA dan LKDPH untuk mencari solusi,” ucap Dodik.
pendapatan dari Coban Jahe hanya Rp 600.000 pada 2013. Sejak IPPASA terlibat, pendapatan Coban Jahe pada 2014 melonjak menjadi Rp 28 juta. Pendapatannya pada 2015 mencapai Rp 50 juta. Sementara pendapatan dari tiket pada 2016 mencapai Rp 70 juta.
Setelah pendapatan begitu menggiurkan, pengelolaan Coban Jahe beralih ke investor. Dampak yang langsung dirasakan, kini warga setempat tersingkir dari pengelolaan Coban Jahe.