Rabu, 8 April 2026

Kediri

Begini Jadinya Bila Kapolres Kediri Jadi Wartawan dan Wawancarai Kasubag Humas

Bergaya layaknya seorang wartawan, Sumaryono menyorotkan kamera ke Bowo Wicaksono. Suasana itu justru membuat anak buahnya merasa kikuk dan gugup.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono (kanan) mewancarai Kasubag Humas Polres Kediri, AKP Bowo Wicaksono, Rabu (1/2/2017). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Ada yang menarik saat gelar perkara pembunuhan di Mapolres Kediri. Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono Sumaryono menjajal kemampuannya mewawancarai Kasubag Humas Polres Kediri, AKP Bowo Wicaksono.

Meski tidak diajari dahulu, AKBP Sumaryono sudah mahir mengoperasikan kamera. Sumaryono meminjam kamera milik seorang wartawan, kemudian beraksi wartawan.

Kali ini yang diwawancarai adalah AKP Bowo Wicaksono. Syuting dilakukan untuk liputan kasus pembunuhan edisi bahasa Jawa.

Bergaya layaknya seorang wartawan, Sumaryono menyorotkan kamera ke Bowo Wicaksono. Suasana itu justru membuat anak buahnya merasa kikuk dan gugup.

Proses wawancara terpaksa diulang karena AKP Bowo Wicaksono tidak kuat menahan tawa. Baru pada syuting kedua, dilakukan secara lancar melalui tanya-jawab berbahasa Jawa.

Karena pertanyaan bahasa Jawa, juga dijawab dalam bahasa Jawa. Pertanyaan pun mengalir layaknya seorang wartawan yang memberondong dengan tanya-jawab.

Wartawan yang menyaksikan syuting Sumaryono banyak yang takjub. Beberapa di  antaranya tidak mampu menahan senyum dan tawa karena Sumaryono juga terus mengejar dengan pertanyaan kritis.

Sebaliknya, AKP Bowo Wicaksono berupaya menahan tawa dalam sesi wawancara berbahasa Jawa.

Beberapa pertanyaan kritis yang disampaikan seperti berapa kali pelaku memukul korban menggunakan pentungan besi.

Selain itu, Sumaryono juga bertanya pasal yang akan dijeratkan kepada para tersangka pembunuhan, dan ancaman hukumannya.

AKBP Sumaryono mengaku belajar vidio saat masih menjadi Kasatreskrim di Polres Manado. Saat itu dia masih berpangkat AKP biasa melakukan syuting saat ada unjuk rasa atau rekonstruksi.

“Kalau pertanyaan, saya meniru wartawan,” ungkapnya.

Sumaryono juga memberi apresiasi kepada anak buahnya yang telah mampu mengungkap kasus pembunuhan berencana Sujarno dalam tempo 6 jam setelah polisi menerima laporan.

Awalnya Sujarno dilaporkan meninggal dunia karena. Namun hasil visum dan identifikasi mayat membuktikan jika korban tewas karena dibunuh. Malahan polisi mampu membuktikan jika pembunuhan itu telah direncanakan sebelumnya oleh 6 pelaku.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved