Senin, 13 April 2026

Pasuruan

Waspada, Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo Langganan Macet, Ternyata Ini Penyebabnya

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, kemacetan ini sudah terlihat di Jalan Pantura Pasuruan-Probolinggo di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji

Penulis: Galih Lintartika | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Proyek pembangunan saluran precast di Jalan Pantura Pasuruan - Probolinggo di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji menjadi langganan macet akhir-akhir ini. Kemacetan di lokasi ini sangat parah, bisa lebih dari lima kilometer antrean kendaraannya dari dua arah. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Jalan Pantura Pasuruan-Probolinggo, akhir-akhir ini sering menjadi langganan kemacetan. Selain karena banjir atau kecelakaan, kemacetan ini disebabkan beberapa faktor lain. Di antaranya pembangunan saluran precast di Jalan Pantura Pasuruan-Probolinggo tepatnya Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Ada juga karena rusaknya rel kereta api di Kecamatan Bangil. Rel ini mengelupas dan membuat pengguna jalan baik itu roda dua, roda empat, atau bahkan lebih harus berhati-hati saat melintasi rel ini. Jika tidak, maka roda kendaraan menjadi korbannya alias bocor atau meletus. Sudah banyak, beberapa kendaraan yang rodanya bocor karena tidak hati-hati saat melintasi rel ini.

Selain itu, penyebab kemacetan juga dikarenakan banyaknya jalan-jalan yang berlubang. Banyak jalan berlubang di sepanjang jalan pantura ini. Jumlahnya pun ratusan. Mayoritas kedalaman lebih dari 5 sentimeter dengan lebar lebih dari 10 sentimeter. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan. Jika tidak hati-hati, pengguna jalan bisa mengalami kecelakaan dan bisa meregang nyawa.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, kemacetan ini sudah terlihat di Jalan Pantura Pasuruan-Probolinggo di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji. Antrean kendaraan sudah cukup panjang, lebih dari empat kilometer (KM). Antrean tak hanya terlihat di arus lalu lintas menuju ke Probolinggo, tapi arus lalu lintas sebaliknya juga mengalami kemacetan dan antrean panjang.

Selanjutnya, arus lalu lintas mulai normal namun tetap merambat. Kemacetan mulai terlihat di depan Alun-Alun Bangil. Kemacetan ini disebabkan karena kerusakan rel kereta api. Kendaraan harus pelan-pelan, karena harus hati-hati saat melintasi rel kereta api ini karena ada sejumlah lubang dan penyangga rel yang menjorok di areal rel.

Paska melewati rel, arus lalu lintas kembali normal. Namun, mayoritas pengguna jalan tidak bisa memacu kendaraannya dengan kecepaatan tinggi. Sebab, banyak lubang-lubang di sepanjang jalan ini. Nah, beberapa kendaraan yang melintas ini otomatis mengurangi laju kendaraannya terutama kendaraan besar.

Kondisi itu membuat laju kendaraannya di belakang terhenti. Bahkan, sempat terjadi antrean di beberapa titik dan menimbulkan kemacetan-kemacetan kecil.

Salah satu pengguna jalan, Eni Susilowati, mengeluhkan kondisi ini. Ia merasa dirugikan dengan kemacetan ini. Sebab, untuk menempuh Bangil ke Gempol, ia membutuhkan waktu sekitar 90 menit lebih. Padahal, biasanya, untuk menempuh jarak itu, ia hanya membutuhkan waktu 15 - 20 menit.

"Saya harap segera ada sikap untuk memecahkan permasalahan ini," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved