Sportarema

Ari Pratiwi, Pakar Psikologi UB Malang Menanggapi Fenomena Kaum Hawa Gandung Bela Diri

Saat ini banyak wanita yang mengikuti olah raga keras atau yang membutuhkan tenaga ekstra. Seperti tinju, muay thai, dll.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
IST
Ari Pratiwi, Dosen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Saat ini banyak wanita yang mengikuti olah raga keras atau yang membutuhkan tenaga ekstra. Seperti tinju, muay thai, dll.

Keikutsertaan mereka itu bukanlah sekedar melindungi diri, apalagi sekedar kebanggaan. Namun memang mengambil dari sisi kebugaran.

Bisa jadi dari sisi prestasi. Dari sisi yang saya lihat, mereka tahu kalau yang mereka ikuti itu merupakan olah raga keras. Tetapi mereka memang ingin berprestasi dalam bidang itu.

Kalau kebanyakan menilai wanita yang mengikuti olah raga itu garang di luar, lembut di dalam. Tetapi saat ini kebalikannya. Lembut di luar, garang di dalam. Mereka ingin memiliki pertahanan diri. Tetapi bukan berarti membentengi diri. Mereka tahu mana yang bermanfaat mana untuk diri snediri dan untuk lingkungan.

Ada hasil yang ingin di capai. Apa itu? ya prestasi tadi. Kalau olahraga Muay Thai kan ada prestasi yang bisa dicapai. Itu yang saat ini memang diinginkan mereka.

Hal seperti ini memang sudah lama, tetapi akan tetap terus berkembang. Kebanyakan memang dinilai hanya untuk pamer di media sosial, itu salah. Mereka ingin menunjukan pencapaian diri.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved