Pasuruan

Gelar Apel Kesetian, Ini Permintaan Warga Nahdliyin dan Santri Pasuruan

Imron minta Ahok dan tim kuasa hukumnya tidak mengulangi perbuatan yang membuat hati umat islam khususnya warga NU ternodai.

SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Ribuan warga NU Pasuruan dan santri doa bersama dalam Apel Kesetiaan Kepada Ulama dan Bangsa di Lapangan Warungdowo, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/2/2017) pagi. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata bahwa PCNU Kabupaten Pasuruan tidak ingin perpecahan umat Islam dan NKRI hanya karena satu orang, yakni Ahok.

“Kami membuat aksi damai untuk menjaga kerukunan. Kalau proses hukum, kami serahkan kepada kepolisian,” kata Imron usai Apel Kesetiaan Kepada Ulama dan Bangsa bertema ‘Mari Rapatkan Barisan An-Nahdliyah Dalam Satu Komando dan Bermunajat Bersama Untuk Persatuan Bangsa’ di Lapangan Warungdowo, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/2/2017).

Dia menjelaskan aksi ini juga menjadi wadah bagi para santri dan warga NU yang geram dan marah dengan sikap Ahok bersama kuasa hukumnya saat persidangan kasus dugaan penistaan agama ke–8 beberapa waktu lalu. Sikap Ahok saat itu dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap martabat para ulama.

“Kami kumpulkan terlebih dahulu melalui apel ini. Jadi, kalau mau aksi, ya bersama–sama sesuai instruksi pusat, bukan bertindak sendiri–sendiri,” terangnya.

Imron minta Ahok dan tim kuasa hukumnya tidak mengulangi perbuatan yang membuat hati umat islam khususnya warga NU ternodai. Dia sangat berharap Ahok minta maaf setulus hati dengan datang ke para ulama bukan melalui media sosialnya.

“Kesabaran itu kan ada batasnya. Jangan sampai kesabaran warga NU Pasuruan ini pudar. Kalau kami sudah kehilangan kesabaran, maka kami akan bersikap tegas,” paparnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved