Kediri
Jembatan Penghubung Antar Dusun Putus, Warga Terpaksa Lewati Jembatan Darurat
Plt Kepala BPPD Kabupaten Kediri, Hari Wahyu menyebutkan perbaikan jembatan desa ini bakal menggunakan anggaran dana desa.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Dua pekan pascabanjir bandang, jembatan antar dusun di Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri yang putus diterjang banjir Sungai Klepu masih belum diperbaiki.
Masyarakat telah menyiapkan jembatan darurat dari bambu. Jembatan ini sangat vital untuk menghubungkan warga antar-dusun di Desa Parang.
Plt Kepala BPPD Kabupaten Kediri, Hari Wahyu menyebutkan perbaikan jembatan desa ini bakal menggunakan anggaran dana desa.
“Pihak desa akan memperbaiki pada tahun ini,” jelas Hari, Kamis (9/2/2017).
Bagi warga Desa Parang, jembatan yang menghubungkan antar dusun ini sangat vital. Jika jembatan terputus, warga harus melewati rute memutar yang lebih jauh dan jalannya agak sulit.
Meskipun hanya jembatan darurat, warga masih melewati jembatan tersebut. Jembatan yang rusak ini lebarnya hanya 2 meter dengan panjang 10 meter.
Separuh jembatan ini terputus setelah diterjang banjir badang Sungai Klepu. Namun separuh jembatan lain selamat.
Jembatan yang rusak diperbaiki secara darurat dengan memasang rangkaian kayu dan bambu serta sesek.
Sementara itu, Bupati Kediri, Haryanti menyebutkan perbaikan jembatan desa memang belum dilakukan. Sehingga saat ini masih terpasang jembatan darurat. Karena prioritas utama masih membenahi pipa saluran air bersih untuk masyarakat.
“Yang penting sekarang masyarakat sudah dapat menikmati air bersih,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jembatan-desa-yang-terputus-diterjang-banjir-sungai-klepu-kediri_20170209_142149.jpg)