Malang Raya

Kantor Imigrasi Malang Deportasi Warga Malaysia, di Antaranya Ada yang Masih Balita

Ketiganya sudah menyalahi waktu izin tinggal di Malang. Dua dari tiga orang itu adalah santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Malang.

Kantor Imigrasi Malang Deportasi Warga Malaysia, di Antaranya Ada yang Masih Balita
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Kasi Wasdakim Kanim Malang, Baskoro Dwi Prabowo 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Malang telah mendeportasi tiga orang warga negara asing di awal tahun 2017 ini. Ketiga orang itu dideportasi selama bulan Januari.

Sedangkan di bulan Februari ini, Kanim Malang sedang memproses deportasi satu WNA. "Kalau kasus deportasi yang kami tangani selama Januari hingga awal Februari ini empat kasus. Tiga orang WNA sudah kami deportasi bulan lalu, dan satu lagi masih dalam proses," ujar Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kanim Malang Baskoro Dwi Prabowo, Kamis (9/2/2017).

Mereka yang dideportasi semuanya warga negara Malaysia. Ketiganya sudah menyalahi waktu izin tinggal di Malang. Dua dari tiga orang itu adalah santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Malang.

Sedangkan satu lagi merupakan bayi di bawah usia lima tahun (Balita). Balita perempuan itu berusia dua tahun. Ia selama ini tinggal bersama ibunya di Lapas Wanita Malang atau Lapas Sukun.

Ibunya merupakan terpidana kasus peredaran narkoba. Pemerintah Indonesia, membolehkan bayi berkumpul ibunya di Lapas hingga berusia dua tahun. Setelah usianya lebih dari dua tahun, maka ia harus tinggal di luar penjara.

"Kebetulan ibu si bayi ini orang Malaysia. Si anak ini berkebangsaan Malaysia, dan ketika usianya lebih dari dua tahun dia tidak lagi tinggal di Lapas. Ibunya minta dia dipulangkan ke Malaysia, dan keluarganya juga ingin dia dipulangkan," ujar Baskoro.

Karenanya Pemerintah Indonesia melalui Kanim Malang mendeportasi balita tersebut. "Ada keluarganya yang menjemput ke sini, tetapi prosedurnya memakai deportasi," imbuhnya.

Baskoro menambahkan, pengawasan terhadap orang asing terus ditingkatkan. Mengingat kawasan Malang Raya merupakan tempat jujugan pelajar asing, juga wisatawan asing.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved