Kediri

Kerugian Perhutani Jawa Timur Akibat Illegal logging Senilai Rp 12 Miliar

"Selama 2016 kerugian kami akibat ilegal logging mencapai Rp 12 miliar lebih," ungkap Andi Purwadi, Kadivre Perhutani Jatim

Kerugian Perhutani Jawa Timur Akibat Illegal logging Senilai Rp 12 Miliar
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Konservasi hutan produksi dengan tanaman bambu Patung di Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Kamis (9/2/2017). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Illegal logging (pembalakan liar) yang menimpa hutan produksi dan konservasi Perhutani Jatim dalam setahun mencapai Rp 12 miliar lebih. Pencurian kayu hutan ini banyak didominasi di wilayah perbatasan Jatwa Timur dengan Jawa Tengah.

"Selama 2016 kerugian kami akibat ilegal logging mencapai Rp 12 miliar lebih," ungkap Andi Purwadi, Kadivre Perhutani Jatim kepada wartawan usai penanaman pohon bambu Petung di Kediri, Kamis (9/2/2017).

Dijelaskan, pelaku perambahan melibatkan oknum aparat, ada juga pemodal besar yang merangsang warga untuk membabat hutan.

"Kami telah membuat progam warung kayu untuk mengatasi pencurian kayu hutan yang dibekingi oleh pemodal," jelasnya.

Progam ini ditujukan kepada perajin kayu dengan memberi harga lebih rendah 10 persen dibanding dengan harga pasar.

Progam ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang menjadi perajin kayu tanpa harus mencuri karena harganya lebih murah.

Sementara untuk mengatasi kerusakan hutan Perhutani akibat perambahan hutan dilakukan dengan jarak tanam melebar atau pola plong-plongan.

Diharapkan upaya itu menjadi jalan keluar ketika 'masyarakat lapar' lahan untuk pertanian. Hutan lindung Perhutani yang mengalami kerusakan paling banyak terjadi di wilayah Lumajang.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved