Malang Raya

Awas, Ada Bahan Berbahaya di Jajanan Bakso dan Sempol di Kota Malang  

Jenis bahan berbahaya yang masih ditemukan adalah boraks. Jenis ini ditemukan di bakso, tempura, dan sempol.

surya/ahmad zaimul haq
Contoh jajanan yang dijual di sekolah. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Masih banyak jajanan di Kota Malang yang tak aman untuk dikonsumsi karena mengandung bahan berbahaya. Hal itu terlihat dari hasil pengujian sempel jajanan, baik makanan dan minuman, yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Malang beberapa waktu lalu.

Total ada 140 sampel makanan-minuman yang diuji Dinkes. Jenis jajanan itu antara lain, mi basah, kulit pangsit, bakso, sirup, es, minuman ringan, saos, dan sambal. Sampel diambil dari kantin sekolah, pasar, industri rumah tangga, dan pedagang keliling.

Setelah diuji hasil yang didapat ternyata membuat prihatin. Masih didapatkan bahan berbahaya di beberapa sampel makanan itu. Sampel yang banyak ditemukan bahan berbahaya terutama pada olahan hasil laut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi mencontohkan, jenis bahan berbahaya yang masih ditemukan adalah boraks. Jenis ini ditemukan di bakso, tempura, dan sempol. Ia menyatakan, hal itu bukan berarti semua makanan yang disebut berbahaya untuk dikonsumsi.

“Jadi terutama makanan jajan anak-anak yang penting untuk tumbuh kembang anak. Sehingga diharapkan berkualitas. Dan ternyata masih banyak jajanan yang mengandung zat makanan berbahaya. Ini tugas kita bersama mengatasi hal ini,” kata Asih,  Senin (13/2/2017).

Hasil temuan Dinkes selanjutnya akan dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan. Dinas Kesehatan bakal menyampaikan imbauan agar anak-anak sekolah tidak membeli atau memakan jajanan sembarangan.

Dinkes juga menggandeng Pembinaan Kesejahteraan Keluarga untuk melatih para penjamah makanan di sekolah-sekolah. Istilah penjamah makanan yang dimaksud Asih adalah para pembuat makanan di kantin sekolah.

“Kadang-kadang teman-teman di Puskesmas itu dapat sampel dari warga yang diberikan untuk diuji. Setelah ketahuan ada zat berbahaya, kami cari enggak ketemua alamatnya. Jadi kami tetap mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih makanan,” tambah Asih.

Salah satu tips yang diberikan untuk mendapatkan jajanan sehat adalah dengan mencari penjual makanan yang memiliki stiker bukti tanda sudah ikut dalam penyuluhan Dinas Kesehatan. “ Jika masyarakat kompak tak membeli di penjual yang belum ikut penyuluhan, para penjual pasti akan tergerak. Dan ini gratis,” tegasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved