Malang Raya

Abah Anton Akan ke Washington DC Pada September 2017, Apa Ya Agendanya?

Tawaran produk investasi bidang waralaba itu bakal dilanjutkan kepada para pemangku kepentingan di setiap bidang.

surya/aflahul abidin
Djarot Edy Sulistyono. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Amerika Serikat (AS) ingin mengembangkan industri waralaba di Kota Malang. Hal itu disampaikan Konsulat Jenderal AS saat berkunjung ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Selasa (14/2/2017).

Ada 23 produk ditawarkan dalam kunjungan itu. Produk waralaba itu antara lain, Fedex Express, Entrust Datacard, Exxonmobil Cepu Limited, Edelman Indonesia, Asian Tigers Mobility, Aecom, 3M Indonesia, Rransfast, US Asean Business Council, Lockhead Martin, dan Mercer Indonesia.

Kabid Penanaman Modal dan Kerja Sama DPMPTSP Kota Malang, Sony Bachtiar mengatakan jenis waralaba yang akan bisa berkembang di Kota Malang adalah kuliner dan pendidikan. Menurutnya, tidak semua yang ditawarkan AS cocok dengan kondisi sekarang.

Sony mengatakan ada beberapa peluang yang sebenarnya bisa diaplikasikan. Tawaran produk investasi bidang waralaba itu bakal dilanjutkan kepada para pemangku kepentingan di setiap bidang.

“Sasarannya kelas menangah ke atas. Kami akan pilah mana yang cocok untuk kerja sama,” kata Sony.

Jadi, rencana AS berinvestasi di bidang waralaba tidak akan menganggu industri dalam negeri karena memiliki pangsa pasar berbeda.

Rencana pengembangan industri waralaba di Kota Malang tidak main-main. Kepala DPMPTSP Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono mengatakan Konsulat Jenderal AS akan mengundang Wali Kota Malang, M Anton datang ke Washington DC, AS pada September 2017.

Menurutnya, undangan itu untuk melihat langsung industri yang ditawarkan dan membicarakan kelanjutan kerja sama. Terlebih, rencana investasi waralaba itu juga sudah mendapat rekomendasi dari Pemprov Jatim.

“Ini masih dalam tahapan paparan investasi,” imbuhnya.

Artinya, belum ada nilai yang diutarakan pertemuan itu. Jadi, waktu pelaksaan riil investasi juga belum ada. Sebenarnya, pihaknya akan berminat realisasi bila investasi disalurkan pada pembangunan monorel.

“Yang dengan perusahaan asal Indonesia kan baru penandatangan kerja sama,” terangnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved