Malang Raya

Kampung Desaku Menanti di Kota Malang "Disulap" Jadi Desa Wisata

Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Sri Wahyuningtyas, mengatakan setelah dijadikan desa wisata, pihaknya menginginkan pola pikir warga berubah

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Kampung Desaku Menanti dijadikan desa wisata, ditandai dengan adanya penambahan objek topeng malangan yang sekaligus jadi ikon Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Kampung Desaku Menanti yang memang dikhususkan untuk gelandangan dan pengemis di Dusun Baran, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang kini dijadikan objek wisata, Selasa (14/2/017).

Hal ini ditunjukkan adanya topeng malangan berukuran besar, dan dipajang di tengah-tengah Desaku Menanti.

Desaku Menanti diresmikan pada November 2016 lalu. Dibangunnya Desaku Menanti ini ialah untuk menampung pengemis - gelandangan agar melakukan produksi, seperti menjual makanan misalnya.

Pemerintah Kota Malang ingin mengembangkan Desaku Menanti ini. Oleh karena itu, dibuatlah desa ini jadi desa wisata.

Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Sri Wahyuningtyas, mengatakan setelah dijadikan desa wisata, pihaknya menginginkan pola pikir warga Kampung Desaku Menanti berubah.

"Tidak selamanya pihak pemkot memberikan bantuan. Semua fasilitas sudah diberikan di sini. Jadi kalau mau berubah, pola pikir juga harus berubah. Harus berusaha untuk berkembang. Nah jadi desa wisata, kampung topeng malangan, bakalan ada wisatawan yang ke sini, sekalian menengok usaha-usaha yang dimiliki warga di sini," kata dia saat meresmikan Topeng Malangan di Desaku Menanti, Selasa (14/1/017).

Setidaknya ada 100 topeng di Desaku Menanti yang dihuni oleh 188 jiwa dari 38 Kepala Keluarga. Dua topeng besar berukuran sekitar 8 meter.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved