Malang Raya
Ternyata, Ini Alasan Pedagang Pasar Bareng Tak Betah Berdagang di Tempat Penampungan
Selama ini, dia menempati bedak penampungan sementara yang posisi pintunya berbalikan dengan jalan raya. Alhasil, pembeli pun semakin sepi.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Para pedagang Pasar Bareng sudah ingin segara pindah dari tempat penampungan sementara ke pasar yang baru selesai dibangun. Selama pasar itu dibangun, para pedagang menempati bedak berukuran sekitar 2,5 meter X 2,5 meter di depan pasar.
“Saya ingin segera masuk saat saluran listriknya sudah ada. Kalau hujan, juga masih ada air yang merembas masuk ke pasar,” kata Diah (30), seorang pedagang, Minggu (19/2/2017).
Selama ini, dia menempati bedak penampungan sementara yang posisi pintunya berbalikan dengan jalan raya. Alhasil, pembeli pun semakin sepi.
Hal serupa dikemukakan pedagang lain, Ibu Heru (63). Perempuan itu berharap para pedagang kompak masuk ke pasar sesuai jadwal. Berdasar informasi yang diterimanya, Dinas Perindustrian Kota Malang sudah minta pedagang masuk sebelum Maret 2017.
Selama menempati bedak penampungan sementara, Ibu Heru mengaku dagangannya sepi. “Biasanya saya dapat Rp 500.000-700.000 sehari. Sekarang hanya Rp 250.000 sehari,” kata Ibu Heru.
Selain Diah dan Ibu Heru, ada sekitar 80 pedagang Pasar Bareng yang menempati tempat penampungan sementara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wali-kota-malang-m-anton-meninjau-pasar-bareng_20170219_111945.jpg)