Malang Raya

Begini Jawaban Uber Soal Demo Penolakan Angkutan Berbasis Aplikasi

Meski kehadiran di Malang masih baru, pihak Uber menyebut potensi pasar di Malang cukup potensial.

Begini Jawaban Uber Soal Demo Penolakan Angkutan Berbasis Aplikasi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Para sopir angkot berdemo di depan Balai Kota Malang menolak kehadiran Uber dan Grab di Kota Malang, Senin (20/2/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJENUber memberi jawaban terkait penolakan moda transportasi berbasis aplikasi di Kota Malang, Senin (20/2/2017). Pihak Uber akan berdialog dengan pemerintah soal penyiapan ekosistem transporatasi berbasis online.

“Kami ingin dan akan terus menjalin dialog dengan stakeholder terkait agar manfaat aplikasi mobilitas seperti Uber dapat mendukung mobilitas di kota Malang,” terang Dian Safitri, Head of Communications, Uber.

Meski kehadiran di Malang masih baru, pihak Uber menyebut potensi pasar di Malang cukup potensial.

“Kami melihat respon positif dari pengguna aplikasi Uber di Malang yang menunjukkan bahwa warga dan pengunjung Malang butuh pilihan dan kesempatan tersebut,” tambahnya.

Soal aksi sweeping yang dilakukan sopir angkot, dia sudah berkomunikasi agar mitra Uber mengutamakan keselamatan.

“Solusi ridesharing yang dihadirkan Uber sejalan dengan peraturan di Indonesia dan telah diatur dalam Permenhub 32/2016. Aplikasi mobilitas seperti Uber dapat menjadi bagian dari ekosistem transportasi publik yang ada dengan menghadirkan lebih banyak pilihan mobilitas yang aman, handal, dan nyaman bagi warga dan pengunjung Kota Malang,” imbuhnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved