Malang Raya
Pelaku Usaha Migas Pernah Bangkrutkan Negara, Seharusnya Jadi Pelajaran Berharga, Tapi . . .
Putut Prabantoro mengatakan kasus pelaku usaha migas sudah pernah terjadi pada tahun 1970 hingga hampir membangkrutkan negara.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Tema ‘Migas untuk Rakyat?’ yang diangkat dalam Focus Group Discussion (FGD) di ruang sidang utama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Senin (20/07/2017), menarik perhatian peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa pasca sarjana.
Seorang dosen UB, Prof Agus Syuman ikut miris terhadap tata kelola migas di Indonesia yang tidak sesuai dengan kekayaan SDA melimpah yang dimiliki negara ini.
“Kalau begini ya kemiskinan akan semakin meningkat,” komentar Agus.
Menurutnya, hal itu juga berkaitan dengan masalah keberpihakan pemerintah serta pelaku usaha migas yang kurang amanah dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, peserta yang juga mantan staf SKK Migas, Putut Prabantoro mengatakan kasus pelaku usaha migas sudah pernah terjadi pada tahun 1970 hingga hampir membangkrutkan negara. Namun sayangnya, negara tidak belajar dari sejarah.
“Kita ini seolah berkejaran dengan waktu tentang pengelolaan migas karena perubahan yang terjadi cukup dinamis,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-tambang-minyak-lepas-pantai_20170220_162937.jpg)