Breaking News:

Hero Tito Siap Naik Ring Lawan Petinju Australia

Pemilik sabuk kepada ringan World Professional Boxing Federation (WPBF) itu akan berlaga di kampung halaman Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Solo.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Hero Tito, petinju dari d"Kross Boxing Camp menunjukan sabuk juara dunia World Profesional Boxing Federation, Rabu (30/11/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Juara dunia tinju asal Malang, Hero Tito berencana untuk kembali naik ring pada Maret mendatang.

Pemilik sabuk kepada ringan World Professional Boxing Federation (WPBF) itu akan berlaga di kampung halaman Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di Kota Solo, Jawa Tengah

Petinju yang berasal dari Sasana D'kross Malang ini direncanakan akan bertarung melawan petinju asal Australia. Namun saat ini rencana tersebut masih dalam tahap negosiasi antara D'kross Boxing Camp (BC) dan juga promotor. Duel tersebut bertajuk "Mandatory Fight".

Menurut Ir H Ade Herawanto MT Ketua KTPI Malang Rays mengungkapkan bahwa jika Petinju kelahiran 30 September 1986 itu mampu mempertahankan gelarnya, maka itu akan menjadi kado luar biasa bagi warga Malang. Hal tersebut karena pada bukan April juga merupakan hari jadi kota Malang ke- 103.

"Jika Hero Tito mampu mempertahankan gelarnya maka hal tersebut akan menjadi kado hari jadi Kota Malang yang ke-103," ujarnya.

Lebih lanjut, manajemen D'kross BC juga tengah melakukan pembicaraan terkait sponsorship selain juga negosiasi calon lawan. Ia terus berkoordinasi dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait rencana duel tersebut. Hal tersebut karena status Hero Tito sebagai juara dunia sehingga juga menjadi kebanggaan Indonesia.

Untuk menyambut duel tersebut, petinju 30 tahun tersebut terus melakukan latihan intensif. Bentuk dari latihannya adalah dengan melakukan sparing duel hingga ratusan ronde sampai pertandingan nanti.

Pada Jumat (24/2) sore, Hero Tito kembali melakoni sparing duel dengan petinju lokal di Malang Boxing Camp area luar Stadion Gajayana, didampingi tim pelatih serta segenap manajemen d'Kross BC.

"Intensitas latihan yang semakin tinggi diharapkan mampu menjaga performance Hero tetap bagus dan bisa mencapai puncaknya pada saat duel nanti. Tentunya hal tersebut sebagai langkah pemantapan agar semakin siap menghadapi pertarungan," seru Ade yang juga dikenal sebagai promotor dengan multi lisensi badan tinju nasional.

Hero sendiri memastikan gelar tersebut setelah memenangkan duel kontra wakil Thailand, Thongchai Kunram dalam partai kelas ringan 61,2 kg pada Kejuaraan Tinju Dunia Sabuk Emas Xanana 2016 di Lospalos Gymnasium, Timor Leste, 27 November tahun lalu.

Dari 10 ronde yang direncanakan, Hero hanya memerlukan delapan ronde saja untuk menumbangkan lawannya melalui Technical Knock Out (T.KO).

Selain Hero Tito, petinju lain yang juga bernaung di d'Kross BC, Rivo Rengkung juga berhasil meraih kemenangan atas Anusom Chaisura. Dengan kemenangan ini maka Rivo berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas Ringan Yunior 58,9 kg versi WPBF.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved