Madura United

Manajemen Madura United Sebut PSSI Langgar Keputusan Kongres, Ini Alasannya

Pihaknya menilai yang terjadi saat ini sama halnya dengan para pengurus melanggar keputusan Kongres.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
kompas.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi memastikan Liga 1 mundur dari jadwal semula. Awalnya kompetisi kasta tertinggi ini akan dimulai pada 26 Maret 2017.

Namun, PSSI mengumumkan bahwa kompetisi tersebut akan mulai pada April 2017. Manajemen Madura United menilai keputusan tersebut bertentangan dengan hasil keputusan Kongres PSSI di Bandung pada 8 Januari 2017.

“Dari segi mekanisme organisasi, seharusnya pengunduran jadwal kick off ini dikoreksi ulang. Sebab, Kongres PSSI di Bandung sudah memutuskan program kerja dan jadwal. Ketika sudah ditetapkan, seharusnya klub dan anggota sudah mempersiapkan,” kata Haruna Sumitro, Manajer Madura United, Jumat (24/2/2017).

Haruna mengungkapkan seharusnya perubahan keputusan Kongres harus dilakukan dalam Kongres. Jadi, perubahan jadwal kompetisi harus dibuatkan kongres khusus untuk pembahasan pengunduran ini.

“Ketika mekanisme organisasi sudah menetapkan melalui kongres, perubahan itu juga harus melalui kongres. Tidak bisa pengurus mengubah seenaknya sendiri,” ujar Haruna.

Pihaknya menilai yang terjadi saat ini sama halnya dengan para pengurus melanggar keputusan Kongres. Apalagi pengunduran jadwal tersebut akan berimbas besar pada klub.

“Kami akan melihat sejauh mana pelanggaran itu sehingga menjadi pelanggaran serius,” tegasnya.

Menurutnya, seharusnya seluruh anggota PSSI berusaha taat keputusan Kongres. Sehingga tidak ada alasan berbicara terkait kesiapan mengikuti kompetisi.

Seperti diketahui, mundurnya jadwal Liga 1 disebut karena beberapa peserta kompetisi belum siap perekrutan pemain dan pelatih.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved