Travelling

Mengunjungi Taiwan di Perbatasan Musim Dingin dan Semi: Simak Kisahnya, Awas Baper, Guys!

Seiring kebijakan baru Taiwan di bawah kepemimpinan Presiden Tsai Ing-Wen, pemerintah Taiwan gencar mempromosikan kebijakan negara tersebut ke negara

Mengunjungi Taiwan di Perbatasan Musim Dingin dan Semi: Simak Kisahnya, Awas Baper, Guys!
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Taiwan Lantern Festival 

Keempat kota ini berada di sisi selatan Taipei, ibu kota Taiwan. Rombongan menginap di Chiayi, sebelum berkeliling ke sejumlah tempat tersebut. Hanya perlu menempuh jarak 1,5 jam saja dari Taipei memakai kereta cepat Taiwan. Namun jika berkendara memakai bus atau mobil, membutuhkan waktu sekitar empat jam.

Nah, berbicara tentang tempat wisata Taiwan memiliki sejumlah tempat destinasi wisata. Gedung yang terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan adalah Taipei 101. Namun kali ini MOFA mengajak perwakilan media ke beberapa tempat yang tergolong anti-mainstream.

Kunjungan pertama dilakukan ke National Palace Museum. Namun bukan museum yang berada di Taipei City yang kami kunjungi, tetapi cabangnya yang berada di Chiayi County. Seperti namanya, museum ini menyimpan benda bersejarah dari kerajaan di sejumlah negara.

National Palace Museum, Chiayi County, Taiwan
National Palace Museum, Chiayi County, Taiwan 

Museum yang memiliki arsitektur kontemporer ini menempati area luas. Museum dilengkapi dengan delapan galeri, ruang pamer, juga perpustakaan, restoran, dan tempat penjualan suvenir.

Asisten kurator museum itu, Dr Chih-I LAI menjadi guide kami selama berkeliling museum. Tur dimulai dari galeri mutlimedia, dilanjutkan galeri sejarah Chiayi, berlanjut ke galeri peradaban Budha, lalu galeri tekstil, keramik, juga galeri teh dan budayanya, serta galeri tematik. 

"Ini galeri yang paling banyak disuka perempuan," ujar Chih, saat memandu rombongan kami memasuki galeri tekstil.

Dan ketika masuk ke museum ini, orang Indonesia patut berbangga. Sebab salah satu kain tenun asli Indonesia turut dipamerkan. Kain itu adalah kain tenun asal Sumba, Nusa Tenggara Timur. Dalam keterangannya tertulis kain itu sebagai 'ceremonial sarong, Sumba, Indonesia'. Kain itu disandingkan dengan kain khas warga Sasiat, Maoli, Taiwan

"Ini dari negara anda, dan motifnya mirip dengan kain khas Maoli," terang Chih dalam kunjungan, Minggu (19/2/017). 

Dan jika ingin melihat miniatur peradaban kerajaan dan budaya di Asia, wisatawan bisa berkunjung ke museum ini. 

Setelah berkunjung ke National Palace Museum di Chiayi, perjalanan dilanjutkan ke pusat pembibitan dan penanaman anggrek Taiwan,  Taiwan Sugar Cooperation (TSC) Taisuco Phalaenopsis.

Taiwan Sugar Cooperation (TSC) Taisuco Phalaenopsis
Taiwan Sugar Cooperation (TSC) Taisuco Phalaenopsis
Halaman
1234
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved