Jendela Dunia

Ingin Jadi Penerjemah Imigran di Taiwan? Datangi Tempat di Kota Taipei Ini

Gedung Imigran itu menjadi tempat belajar bagi imigran baru di Taiwan. Terutama imigran yang memiliki keluarga Taiwan.

Ingin Jadi Penerjemah Imigran di Taiwan? Datangi Tempat di Kota Taipei Ini
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Esther Kartika menunjukan satu ruangan di Gedung Imigran, Taiwan. 

SURYAMALANG.COM, TAIWAN – Di antara tempat yang masuk dalam rangkaian kunjungan SURYAMALANG.COM di Taiwan adalah gedung baru Imigran di Kota Taipei. SURYAMALANG.COM bertemu sembilan orang warga negara Indonesia di tempat ini.

Satu orang sebagai penerjemah di tempat itu, dan delapan orang lainnya sedang ikut kelas untuk bisa menjadi penerjemah. Penerjemah ini akan menjadi pendamping imigran di sejumlah tempat di Taiwan.

Beberapa tempat yang butuh penerjemah antara lain rumah sakit, sekolah, juga pengadilan. Esther Kartika (44) merupakan penerjemah yang menemani SURYAMALANG.COM selama kunjungan di gedung Imigran itu.

Perempuan asal Surabaya ini sudah 16 tahun di Taiwan. Dia pun bersuamikan warga Taiwan, dan sudah memiliki dua anak.

Esther mengatakan gedung Imigran itu menjadi tempat belajar bagi imigran baru di Taiwan. Terutama imigran yang memiliki keluarga Taiwan.

“Ada Indonesia, Thailand, Vietnam, juga Filipina di sini,” ujar Esther.

Para pekerja di gedung itu memiliki peran menjadi pendamping bagi imigran baru untuk beradaptasi dengan keluarga dan lingkungan Taiwan.

“Kami juga mengadakan kursus bahasa Mandarin bagi imigran baru,” imbuhnya.

Gedung Imigran itu berada di bawah struktur Kementerian Dalam Negeri Taiwan. Namun, pekerja di gedung itu juga terhubung dengan lintas sektor seperti kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, juga sosial.

“Ketika dalam pendampingan terhadap imigran baru menemukan persoalan, kami tinggal meneruskan persoalan itu ke departemen terkait untuk mencari solusinya. Persoalan itu terkait kesehatan, jaminan sosial, atau ketenagakerjaan,” lanjutnya.

Surya bertemu dengan delapan perempuan lain asal Indonesia yang sedang belajar menjadi penerjemah. Rata-rata perempuan ini sudah belasan tahun tinggal di Taiwan, dan menjadi istri warga setempat.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved