Jendela Dunia

Taiwan Buka Lowongan Tenaga Kerja Profesional, Tertarik?

Sumber daya manusia dari kalangan profesional merupakan kebijakan yang sedang digencarkan. Bahkan, Pemerintah Taiwan membuat regulasi.

Taiwan Buka Lowongan Tenaga Kerja Profesional, Tertarik?
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Pusat pembibitan dan penanaman anggrek Taiwan Sugar Cooperation (TSC) Taisuco Phalaenopsis 

SURYAMALANG.COM, TAIWAN - Kunjungan SURYAMALANG.COM ke Republic of China (Taiwan) tidak hanya ke beberapa tempat (destinasi) wisata di Taiwan. Setelah dua hari berkeliling ke tempat wisata Taiwan, SURYAMALANG.COM bersama perwakilan media dari Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan India berkunjung ke beberapa lembaga pemerintahan Taiwan.

Lembaga negara yang dikunjungi antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan, Departemen Perencanaan Taiwan, Biro Perdagangan Luar Negeri Kementerian Ekonomi, juga Dewan Hubungan Taiwan-Tiongkok.

Rombongan juga diajak bertemu Direktur Taiwan ASEAN Studien Center. Selain itu, juga berkunjung ke Gedung Imigran. Kali ini semua kunjungan dilakukan di ibu kota Taiwan, Taipei.

Seperti ditulis Surya, kunjungan ke Taiwan ini berlangsung 18-23 Februari 2017 dalam rangkaian The New Southbound Policy Press Corps I yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan. Kebijakan ‘The New Southbound’ merupakan kebijakan baru di kepemimpinan Presiden Tsai Ing-Wen, perempuan yang terpilih sebagai presiden dalam Pemilu tahun 2016.

Melalui kebijakan itu, Pemerintah Taiwan menjalin kerja sama di bidang ekonomi, teknologi, juga sumber daya manusia dengan sejumlah negara di Asia, dan Australia. Beberapa kebijakan pun dibuat.

Di antaranya kebijakan oleh Departemen Perencanaan. Direktur Umum Departemen Perencanaan Taiwan, Connie Chang menyebutkan beberapa perencanaan di negara itu meliputi aspek inovasi, implementasi, dan distribusi.

Inovasi yang digencarkan dan sedang dilakukan antara lain industri ramah lingkungan, juga manufaktur, dan aneka kebijakan jangka panjang untuk generasi muda Taiwan.

“Perencanaan kami juga termasuk di industri keuangan, juga kebutuhan sumber daya manusia,” ujar Connie dalam perbincangan di kantornya.

Sumber daya manusia dari kalangan profesional merupakan kebijakan yang sedang digencarkan. Bahkan, Pemerintah Taiwan membuat regulasi. Pemerintah Taiwan membuka pintu seluas-luasnya bagi pekerja profesional dari luar negeri.

“Keluarga bisa ikut dan tinggal di sini. Kami membuka seluas-luasnya,” lanjutnya.

Selama ini, dominasi pekerja asing masih dari kalangan non-profesional. Para pekerja asing banyak bekerja di sektor rumah tangga dan pabrik. Kebutuhan tenaga profesional yang dibutuhkan Taiwan antara lain dokter, dan perawat.

Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja Taiwan sampai Januari 2017, tenaga kerja asing di Taiwan berasal dari sejumlah negara. Pekerja asing asal Indonesia yang mendominasi sebanyak 247.046 orang. Diikuti pekerja dari Vietnam sebanyak 184.454 orang, dari Filipina sebanyak 136.399 orang, dan Thailand sebanyak 58.698 orang, serta sisanya dari sejumlah negara.

Dari angka itu, terbanyak bekerja di sektor rumah tangga atau pengasuh lansia juga manufaktur. Pekerja asal Indonesia yang paling banyak di sektor rumah tangga dan pengasuhan.

“Berdasarkan riset kami, keluarga Taiwan cocok dengan pekerja asal Indonesia,” ujar Kristy Hsu, Direktur Taiwan ASEAN Studies Center, Chung Hua Institution untuk Riset Ekonomi.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved