Senin, 13 April 2026

Nasional

DPR RI Dorong Perlindungan TKI di Arab Saudi pada Kunjungan Raja Salman

"Mungkin banyak agenda dan topik penting yang akan dibicarakan. Tetapi, topik tentang pekerja Indonesia mesti dijadikan sebagai prioritas" kata Saleh

Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
BANDAR AL-JALOUD / Saudi Royal Palace / AFP
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah untuk memanfaatkan kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia dalam rangka meningkatkan perlindungan pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. Hal itu dinilai sangat penting mengingat Saudi merupakan salah satu negara yang paling banyak menerima pekerja Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Pertaonan Daulay menekankan persoalan pekerja Indonesia menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan bilateral yang mesti dilaksanakan.

"Mungkin banyak agenda dan topik penting yang akan dibicarakan. Tetapi, topik tentang pekerja Indonesia mesti dijadikan sebagai prioritas" kata Saleh Partaonan Daulay, Rabu (1/3/2017).

Dalam pesan pendeknya, Saleh berpendapat sebagai salah satu negara yang banyak menerima pekerja Indonesia, dipastikan ada banyak persoalan yang dihadapi para pekerja Indonesia. Selain persoalan dokumen keimigrasian dan working permit, ada banyak masalah lain yang belum dapat dituntaskan. Termasuk, para pekerja Indonesia yang saat ini bermasalah dengan hukum.

"Saat ini, di Saudi ada 25 WNI yang bermasalah hukum dengan ancaman hukuman mati. Sebanyak 12 orang di antaranya didakwa karena pembunuhan, 5 orang karena dituduh memakai sihir, dan 8 lainnya karena zina. Di luar itu, masih banyak masalah hukum lain yang dihadapi oleh WNI, walaupun tidak sampai didakwa hukuman mati," lanjutnya.

Melihat fenomena itu, pemerintah dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam melindungi WNI yang saat ini sedang menghadapi masalah. Menurutnya, tugas kewajiban konstitusional negara untuk melakukan berbagai macam upaya dalam membantu warga negaranya. Termasuk tentunya melalui jalur diplomasi dengan pihak kerajaan Saudi yang menemukan momentumnya saat ini.

"Soal pencabutan moratorium pengiriman TKI ke Saudi, saya kira lebih mudah. Kalau itu, kuncinya ada di pemerintah Indonesia. Pemerintah yang membuat kebijakan moratorium, ya pemerintah bisa mencabutnya kembali," paparnya.

Raja Salman akan menghaniskan 9 hari kunjungannya ke Indonesia. Dalam kunjungan lebih dari 1500 orang itu, Raja Salman dan Presiden Joko Widodo akan membahas beberapa persoalan kerjasama bilateral.

"Kalau belum ada kepastian terkait perlindungan TKI kita di sana, tentu mencabut moratorium tidak tepat. Kita tahu, Saudi banyak membutuhkan pekerja kita. Namun demikian, perlindungan dan keamanan mereka harus diprioritaskan," imbuhnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved