Breaking News:

Nasional

Ternyata Ini yang Membuat Raja Salman dari Arab Saudi Balik ke Indonesia setelah 47 Tahun

"Pemerintah Saudi memotret bahwa ada keinginan Indonesia untuk meningkatkan hubungan beyond urusan haji dan tenaga kerja," kata Retno.

BANDAR AL-JALOUD / Saudi Royal Palace / AFP
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud 

SURYAMALANG.COM - Setelah 47 tahun, Kepala Negara Arab Saudi kembali berkunjung ke Indonesia mulai Rabu (1/3/2017).

Sebenarnya, apa alasan Arab Saudi kembali "melirik" Indonesia? Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan penjelasan.

"Saya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi di sela-sela KTT G-20 di Jerman belum lama ini," ujar Retno saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Selasa (28/1/2017).

Menlu Adel al-Jubeir, menurut Retno, saat itu mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Arab Saudi melihat keseriusan Indonesia untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara.

Keseriusan itu, tambah Retno, semakin kuat dalam dua tahun terakhir yang juga diwarnai kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi.

"Menlu Saudi beberapa kali ke Indonesia. Saya juga beberapa kali ke Saudi. Selain itu, juga ada kunjungan bisnis, parlemen, dan kementerian yang bertanggung jawab di bidang investasi," kata Retno.

Karena itu, dalam dua tahun terakhir, terjadi peningkatan hubungan yang luar biasa antara kedua negara.

"Pemerintah Saudi memotret bahwa ada keinginan Indonesia untuk meningkatkan hubungan beyond urusan haji dan tenaga kerja," kata Retno.

Bukan berarti masalah haji dan tenaga kerja tidak lagi menjadi prioritas. Kedua sektor ini tetap menjadi perhatian dalam hubungan kedua negara.

Namun, ada banyak hal selain urusan haji dan tenaga kerja yang bisa dijalin dan dikembangkan antara kedua negara.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved