Surabaya

Cewek Belia Ini Jual Diri, Tarifnya Murah Rp 160 Ribu, Alasannya Jadi PSK Miris Banget

"Saat saya masuk, ternyata ditawari PSK yang dikatakan masih baru. Tarifnya Rp 160 ribu dan katanya usianya 25 tahun," kata tersangka Kamid

Tribunnews Bogor
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan Kamid (34), asal Ngawi dan YN, warga Surabaya.

Mereka berdua digerebek di salah satu wiswa eks Lokalisasi Moroseneng, Jl Sememi, Surabaya.

Penggerebekan itu dilakukan, bermula dari petugas yang melakukan patroli dan razia di wilayah Surabaya barat.

Ketika melakukan razia di eks Lokalisasi Moroseneng, ternyata ada wisma yang memberi layanan prostitusi dan menyediakan PSK. Petugas pun mendapati salah satu kamar yang tutup, tapi ada penghuninya.

Petugas akhirnya melakukan penggerebekan dan didapati ada satu pasangan, tersangka dan korban yang sedang berhubungan intim alias bercinta.

Tersangka Kamid dan YN pun dibawa ke Mapolrestabes guna dimintai keterangan. Kamid harus mendekam di penjara sebagai tersanga, sedang YN tidak karena sebagai korban.

“Pengakuan dari korban (YN), dia terpaksa menjadi PSK karena kebutuhan ekonomi. Dia butuh uang untuk membayar tebusan sepeda motor yang digadaikan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Jumat (3/3/2017).

Shinto menuturkan, tarif sekali kencan dengan korban YN Rp 160 ribu. Uang sebesar itu dibagi Rp 70 ribu untuk korban, dan sisanya untuk muncikarinya.

Sementara untuk mucikari yang menjual YN, polisi masih melakukan pengembangan.

“Kita terus mendalami dan mengembangkan kasus ini. Kami juga sudah menetapkan seorang mucikari sebagai DPO (buron),” ucap Shinto.

Tersangka Kamid menuturkan, dirinya baru sekali berkunjung ke eks lokalisasi Moroseneng.

"Saat saya masuk, ternyata ditawari PSK yang dikatakan masih baru. Tarifnya Rp 160 ribu dan katanya usianya 25 tahun," kata tersangka Kamid.

Tersangka Kamid, akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23/2002 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: fatkhulalami
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved