Malang Raya

Yatiman, Pelukis Jalanan Kota Batu Pernah Terima Order dari Pengemis Hingga Mantan Presiden SBY

“Lokasi di sini pas, karena di lampu merah. Kendaraan berhenti, nengok kiri dan kana nada lukisan saya. Makanya yang saya pajang lebih ke tokoh agama"

Yatiman, Pelukis Jalanan Kota Batu Pernah Terima Order dari Pengemis Hingga Mantan Presiden SBY
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Yatiman pelukis jalanan asal Kota Batu, berdiri di samping lukisannya yang dipajang di Jalan Panglima Sudirman. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Yatiman (40) sore itu terlihat sedang mengobrol dengan pelanggannya. Lukisannya ia biarkan berjajar di trotoar Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, tepatnya di sebelah Galeri Raos. Di antara lukisan yang terjajar, ada lukisannya Ayatollah Khomeini, Hasyim Ashari, lukisan pemandangan pasar, lukisan wajah sosok wanita berhijab.

Sedangkan dirinya berada di balik pagar dan duduk di atas karpet. Di atas karpet itu ada satu lukisan dan peralatan melukisnya. Lukisan yang sedang ia garap itu ialah lukisan seorang laki-laki. Siapa sangka ternyata lukisan itu ialah lukisan yang dipesan oleh seorang pengemis.

Lukisan itu hampir jadi. Yatiman bercerita, bahwa seminggu lalu ada seorang pengemis yang datang ke dirinya dan meminta untuk dibuatkan lukisan. Ukuran yang dipesan oleh pengemis itu sekitar 70 cm x 50 cm. Biasanya lukisan ukuran segitu ia jual dengan harga Rp 700 ribu. Tetapi karena yang pesan seorang pengemis ia turunkan harga lukisan itu.

“Saya tahu dia sering mengemis di lampu merah. Terus dia datang ke saya untuk minta dibuatkan lukisan untuk suaminya. Saya tidak mungkin menolak dan tidak akan menolak siapa saja yang mau dibuatkan lukisan. Dia beri saya foto suaminya,” kata Yatiman yang saat itu mengenakan topi baret.

Yatiman tidak membatasi siapa saja yang ingin memesan lukisan kepadanya. Pernah suatu ketika ia menerima pesanan dan hanya dibayar dengan mie instan saja. Ayah dari dua orang anak itu, mengatakan ia ingin semua kalangan memiliki karya lukisan yang ia buat. Mulai dari kalangan rumah mewah maupun kalangan biasa. Baginya, rumah jenis apapun kalau ada lukisannya pasti terlihat indah.

Selain itu, Yatiman pernah diminta membuat lukisan yang dipesan oleh mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu, pelukis tamatan SMP itu diminta untuk melukis pemandangan Pacitan. Permintaan pemandangan itu diminta langsung dari SBY. Dan lukisannya laku dibeli seharga Rp 16 juta. Ia juga melukis untuk Wali Kota Batu sebanyak 4 lukisan. Bahan yang ia pakai untuk melukis bermacam-macam. Ada conte, krayon, cat air.

Lukisan yang digarap olehnya menyesuaikan daerah di mana ia menjajahkan lukisan. Di Kota Batu, ia lebih condong melukis tokoh-tokoh agama. Karena banyak yang mencari lukisan yang menggambarkan tokoh agama. Ia menjadi pelukis sejak tahun 1995

Pertama kali ia berjualan di perempatan lampu merah tepatnya di depan Bali Foto di Kota Batu. Lalu ia pindah berjualan di pinggir jalan di Singosari selama 3 tahun. Lalu setealh itu ia pindah berjualan di depan Pasar Dinoyo Kota Malang sampai tahun 2009.

“Tahun 2009 saya vakum selama 4 tahun. Bukan vakum melukis, tetapi saya menggarap pesanan lukisan yang dipesan mulai dari Jakarta hingga Bali. Ada sekitar 400 lukisan lebih yang saya garap. Dan mulai aktif melukis di jalanan tahun 2014. Saya itu pelukis jalanan, menggarap lukisan ya di jalan. Karena inspirasi itu ada ketika saya di jalan,” tuturnya.

Yatiman bercerita sedikit tentang kehidupannya sebagai seorang pelukis. Dirinya mengakui kalau menjadi seorang pelukis itu kadang penghasilan besar kadang tidak ada penghasilan sama sekali. Seperti halnya saat ini.

Ia setiap hari berangkat dari rumahnya di Desa Punten menggunakan sepeda modifikasinya warna hijau. Kadang dalam seminggu hanya satu lukisan saja yang laku. Makanya ia lebih memilih jalanan untuk mencari rezeki. Meskipun beberapa kali ia juga sering diundang untuk mengadakan pameran lukisan.

“Lokasi di sini pas, karena di lampu merah. Kendaraan berhenti, nengok kiri dan kana nada lukisan saya. Makanya yang saya pajang lebih ke tokoh agama. Banyak peminatnya,” pungkas dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved