Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

Duh, 29 Pelajar di Kota Batu Kecanduan Pil Koplo

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu menangkap 84 pecandu narkoba. Dari total pecandu ini, 29 pecandu masih duduk di bangku sekolah.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
Google
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BATUBadan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu menangkap 84 pecandu narkoba selama 2016. Dari total pecandu ini, 29 pecandu masih duduk di bangku sekolah.

Pecandu pelajar ini biasa mengonsumsi narkoba jenis double L atau pil koplo. Saat itu 84 orang itu sedang menjalani rahabilitasi.

Kasi Rehabilitasi BNN Kota Batu, Rose Iptriwulandani mengatakan semua pelajar yang terjaring razia menggunakan pil koplo. Harga pil koplo yang murah dan mudah didapat membuat pelajar teriming-iming mencoba pil koplo itu.

“Bahkan ada pelajar yang rela menyimpan uang saku untuk membeli pil koplo. Sekali minum bisa sampai lima butir. Belum dikalikan berapa kali dia harus minum dalam sehari,” kata Rose kepada SURYAMALANG.COM, Senin (6/3/2017).

Rata-rata pelajar yang terjaring razia narkoba adalah pemula. Menurutnya, belum ada penyebaran tembakau gorilla di narkoba jenis Blue Safir di Kota Batu.

“Ada pelajar SD yang nge-lem. Kami menggencarkan sosialisasi, terutama di sekolah,” paparnya.

BNN Kota Batu juga terus menggencarkan tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di setiap sekolah. Anggota Tim Satgas ini adalah siswa.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu, Dewanti Rumpoko sangat prihatin melihat banyak pelajar yang menggunakan pil koplo. Dia ingin sesama pelajar harus bisa saling mendampingi.

“Pengguna narkoba itu masih labil. Sesama teman sebaya harus bisa saling mengingatkan, dan harus bisa sama-sama mencegah penggunaan narkoba. Karena yang lebih paham kondisi temannya, ya teman sebangku atau teman sekelas,” kata Dewanti.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved