Malang Raya

Lho Disperindag Kabupaten Malang Kok Tidak Tahu Rencana Operasional Pasar Sumedang

Saat ini pagar seng masih menutupi sekeliling bangunan pasar ini. Padahal sebelumnya ada janji bahwa pagar seng tersebut akan dibuka pada Maret 2017.

SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Seorang pedagang melongok ke dalam Pasar Sumedang yang ditutupi pagar seng di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (6/3/2017). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN – Seorang pedagang Pasar Sumedang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sri Kayatun (47) sudah lima tahun berjualan di lokasi penampungan. Pembangunan pasar yang berlarut membuat Sri dan pedagang lainnya belum bisa menempati bangunan baru pasar ini.

Saat ini pagar seng masih menutupi sekeliling bangunan pasar ini. Padahal sebelumnya ada janji bahwa pagar seng tersebut akan dibuka pada Maret 2017.

“Belum ditempati. Katanya sengnya dibuka. Jadi kan kelihatan dari jalan,” ujar Sri, Senin (6/3/2017).

Keluarga Sri sudah turun temurun berjualan sayur di Pasar Sumedang. Namun, lapaknya  sudah dibongkar dan dijadikan akses jalan pada lima tahun lalu. Sejak saat itu Sri dan suaminya, Mislan jualan di lokasi penampungan.

Akibatnya barang dagangan Sri tidak selaris sebelumnya. Saat akses menuju pasar penampungan ini hanya sempit. Dilihat dari jalan raya juga tidak ada kesan sebuah pasar.

“Kalau bisa secepatnya bisa jualan di tempat baru. Atau setidaknya pagar seng ini dibuka agar jualannya bisa dilihat dari jalan,” ucap Sri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Abdul Rahman Firdaus mengaku tidak tahu soal Pasar Sumedang. Firdaus menegaskan, Pasar Sumedang tidak ada sangkut paut dengan instansinya.

“Saya tidak mengerti,” kata Rahman.

Penulis: David Yohanes
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved