Kamis, 16 April 2026

Malang Raya

Hi, Gua Lo Bangi Tak Hanya Banyak Ular Berbisa, Tapi Juga Banyak Makhluk Jahil

Menurut warga sekitar, Gua Lo yang nyambung dengan Gua Bangi itu wingit dan banyak makhluk jahil. Namun yang paling ditakutinya hanya ular.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
istimewa
Suwito saat di sudut Gua Lo Bangi untuk mencari mahasiswa UMM yang tersesat. 

SURYAMALANG.COM, DONOMULYO - Proses penyelamatan enam mahasiswa Divisi Pecinta Alam (Dempa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak lepas dari peran Ajun Aipda Suwito.

Anggota Polsek Donomulyo ini mempertaruhkan keselamatannya agar bisa menemukan para mahasiswa yang terjebak di Gua Lo Bangi.

Suwito mengaku diberitahu Kanitreskrim Polsek Donomulyo, Ipda Ary Yusanto bahwa ada empat mahasiswa UMM yang hilang pada Senin (6/3/2017) siang. Suwito langsung menuju ke Dusun Ngliyep, Desa Kedungsalam, lokasi Gua Lo dan Gua Bangi.

“Setelah tiba, saya bertanya kepada warga sekitar. Ternyata ada enam mahasiswa yang masih di gua, bukan empat orang,” tutur Suwito kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (7/3/2017).

Suwito sempat koordinasi dengan sejumlah mahasiswa UMM di lokasi. Para mahasiswa ini sudah tiga kali mencari rekannya, namun tidak membuahkan hasil. Terpanggil oleh rasa kemanusiaan, Suwito ikut bergabung dalam pencarian tersebut.

Pada kesempatan pertama, Suwito ditemani anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Dua orang ini sudah berjalan jauh menyusuri Gua Lo Bangi. Namun upaya pertama gagal, karena rekan yang menyertainya ketakutan.

“Saat itu kami masuk genangan air berulang kali. Kalau tidak salah, di genangan ketiga, airnya setinggi pusar. Teman dari RAPI takut, lali kami kembali,” ujar Suwito.

Setelah kembali di luar Gua Lo Bangi, Suwito sempat istirahat sejenak untuk memulihkan tenaga. Saat itulah seorang tim evakuasi berhasil naik bersama seorang mahasiswa yang hilang. Dari mahasiswa yang selamat itu diketahui, korban yang lain masih bertahan di gua.

Mendapat informasi tersebut, semangat Suwito kembali menyala. Bersama seorang mahasiswa, Suwito masuk ke Gua Lo Bangi kembali. Namun, ayah satu anak ini mengaku tidak mudah menyusuri gua ini.

Medannya licin dan berkelok. Bahkan Suwito seolah tidak ingat waktu. Dia hanya mengingat cara menemukan para mahasiswa tersebut.

“Kalau ditanya berapa lama berjalan dan kedalaman gua, saya tidak ingat. Tidak tahu, seperti orang panik, semuanya blank,” ucapnya.

Ketakutan juga sempat menyergap Suwito. Sebab menurut warga sekitar, Gua Lo yang nyambung dengan Gua Bangi itu wingit dan banyak makhluk jahil. Namun yang paling ditakutinya hanya ular.

“Setiap beberapa langkah, saya selalu menyorotkan senter ke atas dan ke sekeliling. Karena kalau ada ular berbisa, habis saya,” tambahnya.

Namun upaya Suwito membuahkan hasil. Penelusurannya mencapai sebuah kelokan yang menurut tim pencari belum dimasuki. Suwito menyebut lokasi tersebut mirip sebuah pertigaan.

Bersama mahasiswa yang menyertainya, Kasi Humas Polsek Donomulyo ini masuk ke kelokan tersebut. Keduanya menemukan ruangan besar mirip sebuah hall di kelokan ini. Lima mahasiswa yang tersisa ditemukan di lokasi ini.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved