Kamis, 16 April 2026

Malang Raya

Pria ini Dikurung di 'Kandang' Berukuran 1,5 Meter, Aktivitasnya Memprihatinkan

Kondisi Tego Susanto (44) sangat memprihatinkan. Kurungan tempatnya menghabiskan hari hanya berkukuran 1,5 meter kali 2 meter.

Editor: Adrianus Adhi

SURYAMALANG.com - Kondisi Tego Susanto  (44) sangat memprihatinkan.

Warga RT4 RW 1 Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini Dampit ini tinggal di dalam kurungan kayu.

Lokasinya pun di tengah kebun ketela.

Kurungan tempatnya menghabiskan hari hanya berkukuran 1,5 meter kali 2 meter.

“Kalau tidak dikurung, saya yang repot. Saya sudah kenyang dipukuli. Rumah-rumah warga pun dirusak,” ucap Rupiati (66), ibu Tego kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (14/3/2017).

Nyamuk berseliweran di tempat kurungan Tego, termasuk pada siang hari.

Di dalam ruang kurungannya, Tego asyik bermain tanah liat.

Tanah tersebut diambil dari bawah kurungannya.

Untuk melunakkan tanah tersebut, Tego menggunakan air seninya.

“Sudah seperti bayi kecil. Makan dikirim, dan saya yang bersihkan kotorannya,” keluh Rupiati.

Tego Susanto (44), pasien pasung di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Selasa (14/3/2017).
Tego Susanto (44), pasien pasung di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Selasa (14/3/2017). (SURYAMALANG.COM/David Yohanes)

Tego mendekam di dalam kurungannya selama tujuh bulan. Sebelumnya, Tego dipasung selama 22 tahun.

Kini tim gabungan dari RSJ Lawang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, dan Dinkes Kabupaten Malang, serta Tim Pendamping Pasung akan membebaskan Tego.

Pembebasan Tego merupakan bagian dari program Jatim Bebas Pasung di 2017.

Di Kabupaten Malang masih ada 47 dipasung.

Sebelumnya ada 142 warga yang dipasung. Dengan pembebasan Tego, maka tersisa 46 warga yabg dipasung. (*)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved