Breaking News:

Malang Raya

Ada Jaelangkung dan Menyan di Kejari Malang, Ternyata Ini Penyebabnya

Massa yang melakukan aksi meminta penangguhan atau perubahan status penahanan Kolik Nuriadi yang telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri Malang

ISTIMEWA
Massa ketika memainkan Wayang Suket Mbah Karjo (Jailangkung) dan Jaranan Mbah Agus Barianto selepas menyalakan kemenyan. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Puluhan orang yang mengatasnamakan Aksi Solidaritas Pembakti Budaya melakukan demontrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Malang Jl. Simpang Panji Suroso, No 5 Kelurahan Polowijen, Kota Malang, Kamis (16/3/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Massa yang melakukan aksi meminta penangguhan atau perubahan status penahanan Kolik Nuriadi yang telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri Malang sejak Selasa (7/3/2017).

Kolik ditahan dengan sangkaan membantu Reni Triatmojo (mantan lurah Tunggulwulung) dalam kasus penyewaan tanah bengkok di Kelurahan Tunggulwulung yang diperuntukkan tower seluler PT Solusindo Kreasi Pratama pada 2007.

Kolik dituduh menyalahgunakan wewenangnya ketika menjabat sebagai ketua LPMK pada saat itu.

Seorang pengunjuk rasa sempat menyalakan kemenyan untuk memainkan Wayang Suket Mbah Karjo (Jailangkung) dan Jaranan Mbah Agus Barianto.

“Kami bersama beberapa tokoh masyarakat  Kel Runggulwulung dan tokoh budayawan Malang Raya siap menjadi penjamin dalam penangguhan pak Kolik,” kata koordinator lapangan Aksi Solidaritas Pembakti Budaya Wahyu Eko Setiawan dala rilis yang dikeluarkan, Kamis (16/3/2017).

Pada pukul 10.00 hingga 10.27 WIB, dua orang perwakilan aksi yaitu Mbah Djati Koesoemo dan Wahyu Eko Setiawan ditemui oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Wahyu T di ruang kerja Kasi Pidsus Kajari Kota Malang. Dalam dialog itu, Kajari meminta supaya penanganan kasus yang saat ini masih dalam proses hukum bisa dihormati.

“Mohon dari pihak perwakilan aksi bisa menghormati tugas kami,” kata Wahyu.

Terkait proses hukum Kolik, Wahyu menjelaskan kalau proses hukum Kolik Nuriadi saat ini masih dalam pemeriksaan dan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk dilakukan proses penyidangan. Sedangkan untuk penangguhan perkara, massa yang berunjuk rasa diminta untuk mengajukan penangguhan penahanan ke Kejari Malang.

“Namun apabila lebih dari hari Senin, maka pengajuan penangguhan penahanan tersebut dimohonkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” lanjut Wahyu.

Wahyu menambahkan, apabila Kolik merasa tidak bersalah atau yang dapat meringankan penahannya, maka pihak Kolik dipersilahkan untuk membawa bukti-bukti sewaktu masa dipersidangan.

“Di situlah ada adu argumentasi antara JPU dan penasehat hukum terdakwa karena sidangnya terbuka untuk umum,” tutupnya.

Pertemuan itu berakhir pada pukul 10.30 WIB. Tak lama berselang, hasil pertemuan itu dibacakan di hadapan massa. Selanjutnya massa aksi membubarkan diri. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved