Breaking News:

KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia

Ini yang Dijalani KH Hasyim Muzadi dan Santrinya Sesaat Sebelum Meninggal

Sebulan lalu, kondisi kesehatan Kiai Hasyim kembali turun. Anak-anak Kiai Hasyim meminta supaya Kiai Hasyim dirawat di rumah Malang, tapi ditolak.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Jenazah KH Hasyim Muzadi diselimuti bendera merah putih saat dilepas menuju Depok di Ponpes Al Hikam, Jalan Cengger Ayam, Kota Malang, Kamis (16/3/2017). Tokoh PBNU dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini meninggal pada usia 72 tahun setelah beberapa waktu lalu sempat dirawat intensif di rumah sakit Lavalette Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga tokoh bangsa, KH Hasyim Muzadi tetap 'mengajar' hingga akhir hayatnya. Ia mengajar, menemani, dan mendengarkan 22 orang santrinya mengaji kitab Al-Hikam sampai sang khalik menjemputnya.

Kiai Hasyim meninggal dunia dalam usia 72 tahun. Lelaki kelahiran Bangilan, Tuban ini meninggal dunia di kediamannya, di tengah keluarga pada Kamis (15/3/2017) pukul 06.15 WIB.

Sebelum meninggal, Kiai Hasyim menjalani dua kali perawatan di RS Lavalette Kota Malang. Pertama Ketua PBNU dua periode (1999-2004 dan 2004-2009) pada 6 Januari - 17 Janauri 2017, dan kedua pada Sabtu (11/3/2017) - Senin (13/3/2017).

Usai keluar dari Lavalette pada 17 Januari 2017, Kiai Hasyim masih melakukan sejumlah kegiatan. Ia juga sempat kembali ke Al-Hikam Depok. Di pondoknya itu, ia tetap mengajar para santri di tingkat akhir Kulliyatul Quran yang sedang mengkhatamkan kitab Al-Hikam, sebuah kitab tentang tauhid dan akhlak dalam tasawuf Islam.

Sebulan lalu, kondisi kesehatan Kiai Hasyim kembali turun. Anak-anak Kiai Hasyim meminta supaya Kiai Hasyim dirawat di rumah Malang. Kiai Hasyim awalnya menolak.

"Kiai Hasyim tetap ingin dekat dengan santrinya, ingin terus mengajar. Awalnya beliau tidak mau, tetapi keluarga ingin beliau dirawat di Malang. Akhirnya beliau mau dengan syarat santrinya ikut," ujar Umar Usman, Ketua PCNU Kabupaten Malang kepada Surya.

Tak lama setelah Kiai Hasyim kembali ke Malang, 22 orang santri yang dalam tahap mengkhatamkan Al-Hikam mengikutinya ke Malang. Di Al-Hikam Malang itu, ke-22 santri mengaji di dekat Kiai Hasyim.

Pada Sabtu (11/3/2017), kondisi kesehatan Kiai Hasyim kembali turun hingga akhirnya dilarikan ke RS Lavalette lagi. Kondisinya terus membaik, dan pada Senin (13/3/2017) Kiai Hasyim meminta untuk pulang ke pondok.

Selama dua hari terakhir masa hidupnya, sang pendiri Ponpes Al-Hikam itu tetap mendengarkan para santrinya ngaji. Meski tidak bisa berbicara secara lancar, ia masih bisa mendengarkan para santrinya mengaji.

"Jadi sampai akhir hayatnya, beliau mengajar, berdakwah," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved