Breaking News:

Malang Raya

Taksi Online Masih Beroperasi di Malang, Razia Mulai Dilakukan?

Sopir taksi online yang terjaring dilakukan penindakan pelanggaran lalu lintas dengan diberi bukti pelanggaran (tilang).

Surya.co.id
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sejumlah taksi berbasis aplikasi online masih beroperasi di Kota Malang. Meskipun Wali Kota Malang M Anton sudah meminta taksi berbasis aplikasi online sementara tidak beroperasi di Kota Malang.

Taksi online boleh beroperasi ketika persyaratan sudah dipenuhi, sesuai dengan Peraturan Menteri (PM) Perhubungan No 32 Tahun 2016. Selain itu, operasional taksi online juga menunggu sampai PM itu diterapkan, yang diperkirakan April mendatang.

Sejak Wali Kota Anton memberi pernyataan itu pada Selasa (14/3/2017) lalu, taksi online ini masih beroperasi. Bahkan, Kamis (16/3/2017) siang, sebuah taksi online dihentikan di sekitar Balai Kota Malang.

Koordinator mitra taksi online, Budi Santoso mengatakan pihaknya tidak bisa melarang para pengemudi bekerja.

"Mereka bekerja itu hak mereka, dan kami tidak bisa melarang," ujar Budi kepada Surya, Kamis (16/3/2017). Budi merupakan koordinator koperasi di Surabaya yang mengantongi izin dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur sebagai badan usaha penyelenggara taksi online di Jatim.

Beberapa waktu lalu, Budi juga terlibat dalam mediasi terkait polemik transportasi online dan konvensional di Balai Kota Malang. Sebab beberapa pengemudi taksi online di Kota Malang (pengemudi Uber) bekerjasama dengan koperasi tersebut.

Budi menuturkan masih bekerjanya sopir taksi online merupakan hak mereka. Selain itu, pihaknya juga siap mengikuti peraturan yang dibuat pemerintah.

"Kami siap mengikuti peraturan yang dibuat pemerintah. Secara bertahap kami juga lakukan seperti yang di peraturan menteri," imbuhnya.

Terkait gencarnya operasi terhadap taksi online yang dilakukan oleh petugas berwenang beberapa hari terakhir, Budi mengatakan itu merupakan tugas dari instansi tersebut.

Budi menyilahkan petugas dinas terkait melakukan razia. "Monggo itu tugas mereka. Tetapi selain melakukan razia dan operasi, tolong juga dikasih solusi. Diberi saran bagaimana alur perizinan. Mohon dibimbing," tegasnya.

Sementara itu, Kamis (16/3/2017), petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Malang, Dishub Provinsi Jatim dan Kepolisian menggelar operasi taksi online di Jl soekarno Hatta Kota Malang. Sedikitnya empat taksi online dijaring dalam operasi itu.

Sopir taksi online yang terjaring dilakukan penindakan pelanggaran lalu lintas dengan diberi bukti pelanggaran (tilang). Selain itu, petugas juga meminta mereka membuat surat pernyataan untuk tidak beroperasi hingga memenuhi syarat yang ditentukan.

"Hari ini kami lakukan operasi. Dan akan berkala dilakukan, tetapi waktunya rahasia," ujar Kepala Dishub Kota Malang Kusnadi.

Sopir taksi online ditindak karena tidak memakai SIM A Umum dan tidak mengantongi izin operasional.

Selain menindak sopir taksi online, petugas juga menindak sopir angkot yang menyalahi aturan. 'Ada juga angkot yang lewat sini padahal bukan trayeknya. Itu juga ditindak," tegas Kusnadi.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved