Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Aptisi dan Kopertis Jatim Terus Bina Perguruan Tinggi Swasta yang Bermasalah

"Dalam masa pembinaan, kami beri mereka waktu untuk berbenah. Setiap enam bulan sekali kami adakan evaluasi," jelasnya ketika ditemui SURYAMALANG.COM

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Ketua Aptisi Jatim, Prof Dr Suko Wiyono SH MHum 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jatim dan Kopertis Wilayah VII Jatim akan bina dan evaluasi perguruan tinggi swasta (PTS) yang kurang sehat.

Ketua Aptisi Jatim, Prof Dr Suko Wiyono SH MHum mengatakan saat ini masih ada satu PTS di Jawa Timur yang dibina oleh Aptisi dan Kopertis karena masalah yang tidak bisa disampaikan.

"Dalam masa pembinaan, kami beri mereka waktu untuk berbenah. Setiap enam bulan sekali kami adakan evaluasi," jelasnya ketika ditemui SURYAMALANG.COM di Universitas Wisnuwardhana Malang, Jumat (17/3/2017).

Beberapa PTS yang masih dalam pantauan Aptisi dan Kopertis memiliki masalah pada rasio dosen mahasiswa. Suko mengatakan sempat ada PTS di Malang yang rasio dosen:mahasiswa nya 1:200.

"Namun saat ini sudah terindikasi adanya perkembangan penambahan dosen. Kami pantau terus, jika tidak ada usaha untuk meningkatkan maka akan kami berikan sanksi," ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII Jatim, Prof Dr Ir Suprapto DEA ketika dihubungi SURYAMALANG.COM. Saat ini, PTS yang bersangkutan sudah mengantongi rasio dosen:mahasiswa yang mendekati ideal yaitu 1:45 atau 1:30.

"Dari 53 PTS di Malang, hanya ada 1 atau 2 yang bermasalah. Kami bina terus agar tidak semakin parah," kata Suprapto. Ijazah lulusan juga masih diakui selama status PTS tersebut masih aktif.

Sedangkan mengenai masalah penggantian nama PTS, Suko mengatakan hal tersebut bukanlah suatu masalah besar.

"Ya memang kredibilitas dan kepercayaan masyarakat bisa menurun, tapi boleh-boleh saja," tutur Rektor Universitas Wisnuwardhana itu.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved