Malang Raya

Awas, Puluhan Perusahaan Investasi Belum Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan Malang

Menurut Indra, perusahaan investasi harus terdaftar di OJK. Dia mengakui ada puluhan perusahaan yang tidak terdaftar di OJK.

kontan
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Indra Krisna menyarankan masyarakat hati-hati saat mendapat tawaran investasi dengan  dengan nilai imbal keuntungan 30 persen per bulan.

Jika mendapat tawaran seperti itu, masyarakat bisa bertanya kepada OJK terkait perusahaan tersebut.

Indra menyebut patokan aman bagi imbal tawaran investasi adalah suku bunga yang berjalan ketika investasi dilakukan.

“Prinsipnya ‘high risk, high return’ dalam investasi. Sebagai patokan aman kalau investasi itu, persentase keuntungan berpatokan terhadap nilai suku bunga yang sedang berjalan,” ujar Indra kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (19/3/2017).

Menurut Indra, perusahaan investasi harus terdaftar di OJK. Dia mengakui ada puluhan perusahaan yang tidak terdaftar di OJK.

Menurutnya, belum ada warga yang menjadi investasi dari perusahaan yang tidak terdaftar tersebut.

“Tidak ada laporan dari masyarakat terkait investasi bodong pada tahun lalu, termasuk korban dari perusahaan yang belum terdaftar itu. Kami belum mendapat laporan pada tahun ini,” ujar Indra. 

Dia minta masyarakat hati-hati terhadap tawaran investasi, terutama investasi yang keuntungannya tidak masuk akal. Indra menyarankan masyarakat bertanya kepada OJK apakah perusahaan investasi yang dilirik atau yang menawarkan terdaftar.

“Kedua, tanya produknya. Ketiga, patokan aman untuk bagi hasilnya. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming bagi hasil 30 persen per bulan,” tegasnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved