Breaking News:

Malang Raya

Catat ya, Ini Keluhan-keluhan pada Layanan Angkot Kota Malang

Jumlah angkot di Kota Malang berkisar 2.400 armada. Dari jumlah itu, tidak semua angkot secara rutin menjalani uji kir

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Sejumlah angkot melintas di Jalan MT Haryono, Kota Malang, Jumat (10/3/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Komisi C DPRD Kota Malang masih sering menerima keluhan dari penglola dan sopir angkutan konvensional di Kota Malang. Keluhan itu masih seputar tentang keberadaan transportasi online. Beberapa dari mereka datang ke Komisi C untuk bertanya kembali tentang aturan dari Kementerian Perhubungan.

"Memang sopir angkot, juga Organda datang. Mereka bertanya tentang hasil konsultasi dengan Kemenhub dan peraturan menterinya. Pada intinya masih sama seperti yang pernah diutarakan pak wali (wali kota Malang M Anton) beberapa waktu lalu," ujar Ketua KOmisi C Bambang Soemarto, Selasa (21/3/2017).

Namun terlepas dari peraturan menteri Perhubungan itu, Bambang menegaskan kepada sopir angkot bahwa saat ini waktunya berbenah. Kepada para sopir angkot, Bambang selalu menyampaikan keluhan umum yang disampaikan konsumen pemakai jasa angkot.

Menurut Bambang, keluhan itu kerap diterima juga oleh anggota dewan. Keluhan terhadap layanan angkot antara lain sopir tidak tertib, merokok, waktu 'ngetem' yang lama.

"Semua keluhan itu kerap kami sampaikan juga kepada teman-teman sopir angkot. Sehingga sebenarnya momen ini harusnya menjadi momentum untuk angkot berbenah. Karena faktanya angkot ini dibutuhkan. Parameternya mudah, ketika kemarin seluruh angkot mogok, apa yang terjadi. Ribuan orang tidak terlayani. Ini menjadi bukti kalau angkot masih dibutuhkan, ayolah berbenah," tegasnya.

Salah satu pembenahan yang harus dilakukan oleh pengelola angkot antara lain uji kir dan trayek. Kendaraan harus secara rutin menjalani uji kir. Mereka juga harus tertib melayani trayeknya, mulai dari awal hingga tujuan akhir.

Dari informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, jumlah angkot di Kota Malang berkisar 2.400 armada. Dari jumlah itu, tidak semua angkot secara rutin menjalani uji kir. Seorang pejabat di Dinas Perhubungan Kota Malang yang enggan disebut namanya mengatakan, angkot yang rutin mengujikan kendarannya setiap tahun berkisar antara 500 - 600 armada saja.

Bambang mengaku mendengar informasi itu. "Ya sekarang dari ribuan angkot, berapa sih yang rutin uji kir. Momentum ini harusnya digunakan untuk berbenah, terutama di kelayakan kendaraan," tegasnya.

Bambang menegaskan pula, pihaknya maupun Pemkot tidak akan meninggalkan angkot. Bahkan ke depan akan ada wacana bantuan subsidi dari APBD Kota Malang untuk pengelola atau sopir angkot. Wacana subsidi itu, tegas Bambang, akan diagendakan serius ketika revisi peraturan menteri perhubungan No 32 Tahun 2016 diberlakukan. Di PM baru itu, ada peraturan tentang taksi online.

"Kami serius akan melakukannya, tetapi menunggu revisi PM 32 itu diberlakukan. Apakah nanti dimodel pemberitan kartu atau seperti apa. Resiko dari pemberian subsidi ini adalah angkot akan terverifikasi. Mereka yang tidak lolos tentunya tidak mendapatkan subsidi," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved