Malang Raya

Investasi Kota Batu Tahun 2016 Sebesar Rp 1,8 Triliun, Bagaimana Tahun 2017?

“Di Kota Batu ini ada 14 ribu lebih UMKM. Dari situ kami pertahankan bagaimana mereka memasarkan produknya"

SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, bersama bank sampah yang dikelola oleh warga Kota Batu dalam peringatan Hari Sampah Nasional, Selasa (21/2/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Ternyata investasi di Kota Batu sangat tinggi dan di luar nilai yang ditargetkan Pemkot Batu. Yakni, di tahun 2015 sebesar Rp 1,5 Triliun dan tahun 2016 Rp 1,8 Triliun. Padahal Pemkot Batu hanya menargetkan sekitar Rp 450 Miliar.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, mengatakan investasi itu harus bisa dipertahankan oleh Kota Batu. Yakni dengan cara mempertahankan stabilitas perekonomian, seperti melalui UMKM, Pariwisata, Pertanian.

“Di Kota Batu ini ada 14 ribu lebih UMKM. Dari situ kami pertahankan bagaimana mereka memasarkan produknya. Baik itu yang berdiri sendiri atau yang di dalam naungan Pemkot Batu. Seperti melalui Agro segar,” kata Punjul saat ditemui, Selasa (21/3/2017).

Namun, dari segi UMKM pihaknya mengutamakan yang produk kecil dan bisa dikembangkan. Baik dari segi packaging hingga pemasaran. Tak hanya dari produk UMKM saja, perkembangan perekonomian di Kota Batu juga dari pembangunan hotel baru di Kota Batu.

Ia mengakui, banyak hotel baru yang akan dibangun di Kota Batu, tentunya itu menjadi peluang tersendiri untuk Kota Batu dari segi promosi dan peningkatan perekonomian.

Punjul menambahkan, dari tiga sektor, yakni UMKM, Pariwisata, dan Pertanian merupakan sektor utama dan unggulan dalam memperkenalkan sebagai kota wisata.

“Banyak hotel yang dibangun, lalu semakin banyak UMKM yang berdiri pastinya secara otomatis juga akan memperluas lapangan pekerjaan. Tingkat pengangguran juga semakin berkurang. Tahun 2015 tingkat perekonomian di Batu itu sekitar 6,69 persen. Yang tahun 2016 masih belum turun,” imbuh Punjul.

Dari angka segitu, tentu Kota Batu butuh yang namanya investasi lebih di tahun 2017. Oleh karena itu, tingkat perekonomian ini disebar hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Ia menambahkan, perluasan ke tingkat daerah dan kelurahan ini dari segi pemberdayaan masyarakat, mengangkat permasalahan di desa dan meningkatkan potensi di Desa.

Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan, menambahkan, pihaknya setuju apabila ada perluasan untuk mengangkat perekonomian di Kota Batu yang menyasar di setiap desa. Karena selama ini, pihaknya pun kesulitan dalam hal pemberdayana masyarakat.

“Kesulitannya itu untuk mengajak masyarakat desa ini agar memiliki usaha sendiri. Modal nanti diambil dari ADD. Kebanyakan masyarakat itu belum apa-apa bilang tidak bisa, takut. Kedepannya nanti mereka tak hanya diberi modal, tetapi juga diberikan pelatihan,” kata Faizal.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved