Breaking News:

Malang Raya

Ratusan Angkot Belum Uji Kir, Dishub Kota Malang akan Ambil Tindakan Ini

Jika ingin disebut memberi pelayanan baik,angkot itu harus lulus uji kelayakan. Dishub akan menindak angkot yang tidak melakukan uji kir.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Angkot Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ratusan angkutan kota (Angkot) di Kota Malang terdata belum melakukan uji Kir. Uji Kir merupakan proses pengujian kelaikan jalan sebuah angkutan umum.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Malang yang disampaikan oleh Kepala Dishub Kusnadi, dari 2.000-an angkot ada sekitar 250 angkot yang belum uji kir.

"Kalau dari data yang saya pegang, ini data baru. Ada sekitar 250 angkot yang belum uji kir. Karena sekitar lebih dari 2000-an angkot itu, yang sudah uji kir 1.881 unit," ujar Kusnadi kepada Surya, Rabu (22/3/2017).

Uji kir, lanjutnya, merupakan hal wajib dilakukan oleh angkot. Melalui uji itu akan diketahui layak atau tidaknya angkot.

Karenanya, pihaknya ke depan akan tegas lagi merazia angkot yang belum uji kir. "Terutama nanti akan kami lakukan setelah Permen Perhubungan No 32 Tahun 2016 berlaku, termasuk dengan revisinya yang baru," lanjutnya.

Pihaknya akan menindak angkot yang tidak melakukan uji kir. Jika ingin disebut memberi pelayanan baik, tegasnya, angkot itu harus lulus uji kelayakan.

Sementara itu ketika disinggung tentang sikap Dishub Kota Malang sembari menunggu penerapan PM 32 Tahun 2016, pihaknya akan bersikap setelah pemberlakuan. Apalagi nanti akan ada rapat di Pemprov Jatim 30 Maret, yang melibatkan semua Dishub se-Jatim.

"Di situ nanti kami akan jelas tentang kuota juga tarif batas dan atas, terkait taksi online," pungkas Kusnadi.

Seperti diberitakan, polemik transportasi online dan konvensional meletus di Kota Malang. Puncaknya terjadi pemogokan oleh angkot konvensional.

Mereka menuntut supaya transportasi online tidak beroperasi. Namun di sisi lain, layanan angkot konvensional juga dikeluhkan konsumen. Keluhan yang disampaikan antara lain kendaraan tidak layak, perilaku sopir, juga waktu 'ngetem'.

Persoalan ini antara lain disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Bambang Soemarto.

"Keluhan terhadap angkot banyak. Dan itu sudah kerap kami sampaikan ke teman-teman sopir angkot. Tolonglah berbenah," tegasnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved