Breaking News:

Malang Raya

Earth Hour di Kota Malang : Berikut Tema, Jadwal, dan Detail Lokasinya, Simak Baik-Baik Ker

"Tahun ini Earth Hour Malang akan mengangkat tema sampah dengan judul Dari Sampah Menjadi Karya, dari Karya Menjadi Berkah,"

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Jumpa wartawan yang diselenggarakan sebagai pendahuluan perayaan Earth Hour Malang di Hotel Best Western OJ, Kamis (23/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kampanye Earth Hour yang diadakan rutin setiap tahun sejak 2007, tahun ini dilaksanakan kembali sebagai gerakan dalam usaha mengurangi laju pemanasan global dan dampak perubahan iklim.

Earth Hour diadakan setiap tahunnya dengan mematikan lampu dan barang elektronik (switch off) selama satu jam pukul 20.30-21.30 pada minggu ketiga bulan Maret. Tahun ini, kegiatan Earth Hour jatuh pada 25 Maret 2017.

Dalam jumpa wartawan yang diselenggarakan sebagai pendahuluan perayaan Earth Hour Malang di Hotel Best Western OJ, Kamis (23/7/2017), Komunitas Earth Hour Malang sebagai penyelenggara menjelaskan konsep acara tahun ini.

"Tahun ini Earth Hour Malang akan mengangkat tema sampah dengan judul Dari Sampah Menjadi Karya, dari Karya Menjadi Berkah," kata Wahyu Rendy Kusbiantono, ketua panitia Earth Hour Malang.

Tema tersebut diangkat karena situasi Kota Malang yang saat ini masalah terbesarnya adalah sampah.

"Tempat pembuangan akhir (TPA) di Malang yang dulunya berjumlah lima, saat ini hanya tersisa satu yaitu TPA Supit Urang. Empat lainnya telah ditutup karena overload atau terlalu banyak menampung sampah. Dan bukan tidak mungkin TPA Supit Urang juga akan mengalami hal yang sama," jelas Wahyu.

Berbagai properti, instalasi, dan pameran akan menghiasi perayaan Earth Hour Malang yang berpusat di Balai Kota Malang, Sabtu 25 Maret 2017. Itu semua digunakan sebagai sarana masukan dan edukasi pada masyarakat yang berkunjung untuk mengelola dan mengolah sampah menjadi barang yang lebih berguna.

Meski berpusat di Balai Kota Malang, tapi kegiatan Earth Hour akan dilaksanakan juga di beberapa lokasi dan gedung besar, yaitu Monumen Adipura, Coffee Toffee, Tugu Melati Jalan Ijen, Warung susu, Universitas Brawijaya, Bunch Bead, Universitas Islam Malang, Kampung Sukun Baru, SMA Negeri 10 Malang, Kampung Glintung Go Green (3G), Atria Hotel and Conference, Malang Town Square, Harris Hotel, Best Western OJ, Balava, dan Gedhang Ganteng.

Kegiatan tahun ini juga spesial karena Komunitas Earth Hour se-Indonesia akan melakukan aksi serentak yaitu aksi satu juta reusable bag.

"Aksi satu juta reusable bag sudah kami lalukan pada acara road to Earth Hour di beberapa sekolah dan lokasi di Malang. Intinya adalah membuat reusable bag dari kaus bekas untuk mendukung gerakan Indonesia bebas sampah plastik 2020," terang Frido Wahyu, Koordinator Komunitas Earth Hour Malang. Aksi tersebut serentak dilakukan di 35 kota di Indonesia.

Frido berharap kegiatan Switch Off serentak saat perayaan Earth Hour itu tidak hanya berhenti pada satu jam saja setiap tahunnya.

"Sudah banyak masyarakat Indonesia yang melanjutkan aksi switch off dalam kehidupan sehari-hari dengan cara menghemat listrik, mengurangi sampah plastik, dan mengurangi emisi kendaraan," ujarnya. Itulah mengapa lambang Earth Hour yang awalnya hanya berupa angka 60 menjadi angka 60+.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved