Minggu, 26 April 2026

Surabaya

Cuma Berbekal Karet Kondom, Komplotan Penipu di Surabaya bisa Raup Jutaan Rupiah

Pria asal Tempel Sukorejo Surabaya ini dkk hanya berbekal karet kondom, alumunium yang dimodifikasi dan di taruh di atas lidah untuk menipu banyak ora

Penulis: fatkhulalami | Editor: Adrianus Adhi
ilustrasi
kondom 

SURYAMALANG.com, SURABAYA - Ada-ada saja yang dilakukan Gunadi (37) dan komplotannya untuk menipu orang.

Pria asal Tempel Sukorejo Surabaya ini dkk hanya berbekal karet kondom, alumunium yang dimodifikasi dan di taruh di atas lidah untuk menipu banyak orang.

Aksi penipuan yang dilakukan Gunadi dkk, yakni menaruh karet kondom dan aluminium hasil modifikasinya di atas lidah dan ditiup keluar bunyi burung Beo.

Begitu sasaran pembeli datang, Gunadi dkk mengeluarkan burung beker yang mirip Beo dikeluarkan dari tas.

Saat di hadapan pembeli, Gunadi terus meniup alat bawaanya dari dalam mulut yang mengeluarkan bunyi burng Beo. Ini dilakukan untuk meyakinkan calon pembeli.

Dua tersangka Zusdi Andreansyah dan Gunadi (pakai baju tahanan) ketika diamankan di Mapolsek Gayungan Surabaya, Minggu (26/3/2017).
Dua tersangka Zusdi Andreansyah dan Gunadi (pakai baju tahanan) ketika diamankan di Mapolsek Gayungan Surabaya, Minggu (26/3/2017). (SURYAMALANG.COM/Fatkhulalami)

"Saya beli burung beker Rp 175 ribu, saya jual paling murah Rp 2,5 juta. Pernah ada yang membeli Rp 4 juta," aku Gnadi di Mapolsek Gayungan, Minggu (26/3/2017).

Gunadi membaku, biasanya dirinya berama enam temannya beraksi di Cito Plasa dan Terminal Bungurasih. Komlotan ini sudah beraksi sejak 2014 silam.

"Saya tidak ingat pasti berapa burung beker yang sudah terjual, ya mungkin 100 lebih. Saya tidak sendirian," tutur Gunadi.

Aksi komplotan ini terbongkar bermula dari penangkapan Zusdi Andreansyah (39), asal Girilaya Surabaya di Cito Plasa. Tidak lama kemudian, Gunadi ditangkap di rumahnya.

"Kedua pelaku kami tangkap atas laporan korban MK, warga Jatipurwo, Kendal Jawa Tengah," terang Kapolsek Gayungan, Kompol Esti S Oetami.

Esti menuturkan, komplotan ini menyasar orang luar kota Surabaya. Modusnya, mereka berkenalan terlebih dahulu untuk memastikan asal korban.

Setelah kenal, mereka beraksi dengan peran masing masing menawarkan burung Beker yang mirip Beo.

"Tersangka Gunadi sebagai peniup bunyi burung Beo dengan mulut. Sedangkan Zusdi berperan sebagai pembawa burung dan menerima uang transaksi pembelian," terang Esti. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved