Malang Raya
Waspada, Pil Koplo Jenis Baru Beredar di Kabupaten Malang
Dari keterangan tersangka tersebut diketahui pengedar pil koplo jenis Y lain yakni tersangka Ponapi dengan barang bukti 4.000 butir
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.com, MALANG - Dua kuli bangunan, Ponapi (38) warga desa Jebuk kecamatan Pakis dan Erik Setyawan (18) warga desa Sumberkreco, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ditangkap Satreskoba Polres Malang.
Dari tangan tersangka, Satreskoba mengamankan pil koplo jenis Y sebanyak 4.000 butir dan sejumlah bukti lain.
Kasatreskoba Polres Malang, AKP Syamsul Hidayat menjelaskan, penangkapan terhadap dua tersangka berawal dari digelarnya operasi gabungan Polres Malang.
Dalam operasi tersebut dijumpai pengendara yakni tersangka Erik Setyawan yang membawa pil koplo jenis Y.
Dari keterangan tersangka tersebut diketahui pengedar pil koplo jenis Y lain yakni tersangka Ponapi dengan barang bukti 4.000 butir pil koplo.
"Kedua tersangka pengedar pil koplo jenis Y itu baru pertama kali yang kami tangkap di wilayah kecamatan Turen Malang, meski peredaran jenis Y itu diketahui sudah lama," kata Syamsul Hidayat, Minggu (26/3/2017).
Dijelaskan Syamsul Hidayat, tersangka mendapatkan pil koplo jenis Y yang diketahui harganya lebih mahal dari jenis double L dari wilayah Pasuruan.
Dan saat ini unit Reskoba masih berupaya menindaklanjuti keterangan asal pil koplo jenis Y tersebut.
"Tersangka kami jerat dengan UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang ancaman hukumanya 9 tahun penjara," ucap Syamsul Arifin.
Sementara tersangka Ponapi mengatakan, harga pil koplo jenis Y tersebut lebih mahal dari pil koplo jenis double L.
Di mana untuk sati stik pil koplo jenis Y isi 8 butir harganya Rp 20 ribu. Sedangkan pil koplo jenis double L harganya Rp 10 ribu per stik isi 8 butir.
Dirinya, menurut Ponapi, membeli pil koplo jenis Y dari Pasuruan seharga Rp 1 juta per box isi 1.000 butir. Dan pil tersebut kembali dijualnya dengan harga Rp 1,5 juta per boxnya.
"Kami dapat sedikit keuntungan dari jualan pil koplo itu. Lumayan bisa untuk menutupi kekurangan kebutuhan dari bekerja kuli bangunan," kata Ponapi.
Hanya saja, tambah Ponapi, dirinya tidak mengetahui mengapa harga pil koplo jenis Y lebih mahal dari jenis double L. Karena dari penjual hanya dikatakan kualitasnya lebih bagus dari double L.
"Kami tidak tahu kalau pil koplo jenis itu untuk obat sakit gila. Karena harga lebih mahal dan kualitas lebih bagus, itu saja yang kami ketahui," tutur Ponapi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-pil-koplo_20151115_154343.jpg)