Malang Raya

Wacana Pemekaran Kabupaten Malang Memasuki Babak Baru? Ini Kata Bupati

Bupati Malang menilai wacana pemekaran Kabupaten Malang sebagai sesuatu yang aneh. Sebab pemekaran seharusnya berasal dari usulan masyarakat.

Wacana Pemekaran Kabupaten Malang Memasuki Babak Baru? Ini Kata Bupati
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Bupati Malang, Rendra Kresna. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Wacana pemekaran kabupaten Malang bukan jadi hal baru. Pemishan wilayah kabupaten Malang di sisi Selatan ddan Sisi Utara seringkali jadi bahan pembicaraan. Tapi Bupati Malang punya sudut pandang sendiri soal itu.

Bupati Malang, Rendra Kresna menilai wacana pemekaran Kabupaten Malang sebagai sesuatu yang aneh. Sebab pemekaran seharusnya berasal dari usulan masyarakat, bukan berasal dari DPRD.

"Selama ini belum ada usulan pemekaran dari masyarakat Kabupaten Malang. Tapi kok tiba-tiba ada usulan di DPRD (Provinsi). Semoga bukan sekedar ambisi politik semata," tegas Rendra, saat ditemui Kamis (30/3/2017).

Lanjut Rendra, sebenarnya Kabupaten Malang bisa saja dimekarkan menjadi empat Kabupaten. Sebab luas wilayahnya mencapai 3500 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk mencapai 3.200.000 jiwa. Namun Rendra mempertanyakan efektivitas pemekaran.

Sebab menurutnya, di Pulau Jawa tidak ada desa yang terisolasi. Semua bisa diakses, baik melalui jalan darat maupun teknologi informasi. Karena itu, Rendra menilai pemekaran lebih cocok bila diterapkan di luar Pulau Jawa.

"Apa yang mau dimekarkan?, kalau semua desa terlayani dengan baik. Tidak ada desa yang tidak ada pembangunan, apalagi sekarang ada Dana Desa dari pemerintah pusat," tambah Rendra.

Pemekaran justru akan memboroskan keuangan negara. Misalnya dimekarkan jadi dua Kabupaten, pemerintah yang tadinya menganggarkan satu gaji bupati dan wakil bupati, kini menjadi dua. Belum lagi jumlah anggota DPRD juga berlipat jadi dua. Pemerintah juga harus menganggarkan gaji untuk mereka.

"Belum lagi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah harus mengangkat lagi. Dananya semakin besar, sementara outputnya tidak jauh beda," tegas Rendra.

Meski demikian Rendra tetap mendukung, jika pemekaran memang akan dilaksanakan. Namun pihaknya akan memberikan pertimbangan berdasar kondisi wilayah Kabupaten Malang.

Rendra justru menilai, sebenarnya yang perlu dimekarkan adalah provinsi, bukan kabupaten. Sebab wilayah Provinsi Jawa Timur mencapai 38 Kota/Kabupaten. Jumlah tersebut dianggap terlalu besar dan bebannya terlalu besar.

"Provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa jumlahnya lebih kecil dari itu. Jika dimekarkan akan jauh lebih efektif," sambung Rendra.

Apalagi Jawa Timur terlalu luas, membentang dari Banyuwangi hingga Pacitan. Menurutnya akan efektif, jika wilayahnya dibagi dua, Jawa Timur di sisi timur dan sisi barat.

Penulis: David Yohanes
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved