Selasa, 7 April 2026

Malang Raya

VIDEO : Teras Sajak dan Puisi, Wadah Menuangkan Karya bagi Seniman Kota Batu

"Dengan demikian, hasil karya puisi dari anggota teras Sajak dan Puisi tidak hilang begitu saja. Tapi bisa dibaca dalam sebuah buku,"

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko

SURYAMALANG.COM, BATU - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkot Batu implementasikan Teras Sajak dan Puisi. Hal itu sebagai upaya menyediakan tempat atau media bagi penyair, musisi, dan budayawan untuk menyalurkan aspirasi.

Kasi Pengembangan SDM dan Kelembagaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu, Sulistyoningsih menjelaskan, dibentuknya kelompok teras sajak dan puisi tersebut menjadi salah satu hal baru.

"Untuk itu, kami pertemukan mereka sesuai keinginan dalam pembicaraan di medsos. Itulah yang kami tangkap dan wujudkan melalui pertemuan yang kami kemas dalam teras sajak dan puisi ini," kata Sulistyoningsih, Kamis (30/3/2017).

Dijelaskan Sulistyoningsih, dalam wadah teras sajak dan puisi ini semuanya saling mengeluarkan inspirasi dari dalam hati nuraninya berupa hasil karya puisi. Puisi tersebut dikolaborasikan dengan iringan musik yang dibawakan oleh para seniman musik. Hingga akhirnya terciptalah tampilan hasil karya yang cukup indah dan menarik.

"Seperti pembacaan puisi mbah Batu yang diiringi musik tradisional sehingga terciptalah karya seni yang cukup enak didengar dan dinikmati," ucap Sulistyoningsih.

Ke depan, dikatakan Sulistyoningsih, pihaknya mengharapkan bukan hanya penyair, musisi, dan budayawan asal Kota Batu saja yang tergabung dalam teras sajak dan puisi. Melainkan dari Malang Raya atau pun lainya bisa bergabung dalam teras sajak dan puisi.

Dengan demikian bila anggota teras Sajak dan Puisi jumlahnya cukup banyak maka hasil karya puisi yang diciptakan akan banyak pula. Rencananya, hasil karya puisi ini akan diarsipkan menjadi sebuah buku karya seni untuk menambah koleksi perpustakaan.

"Dengan demikian, hasil karya puisi dari anggota teras Sajak dan Puisi tidak hilang begitu saja. Tapi bisa dibaca dalam sebuah buku," tandas Sulistyoningsih.

Sementara salah satu seniman puisi asal kota Batu, Agung Suprodjo mengatakan, dirinya cukup senang dengan adanya Teras Sajak dan Puisi sebagai tempat seniman berekspresi dan mengeluarkan inspirasi seni puisi dari dalam hati nurani. Karena selama ini media yang mewadahi seniman seni selalu dalam konteks bisnis dan wisata di Kota Batu.

"Kami berharap teras Sajak dan Puisi ini menjadi media bagi seniman puisi, pemusik, dan budayawan dalam menampilkan inspirasinya. Dan media ini tidak boleh ada nuansa bisnis yang justru mematikan inspirasi dan kreasi seniman," kata Agung Suprodjo yang juga salah satu dosen perguruan tinggi di Kota Malang tersebut.

Oleh karena itu, tambah Agung, media Teras Sajak dan Puisi nantinya akan menjadi tempat para seniman puisi menampilkan inspirasi karya puisi dari lubuk hati tanpa dilandasi kepentingan apapun.

"Karena hasil karya seni itu bila ditumpangi kepentingan akan menjadi tumpul tidak indah dan menarik lagi," tutur Agung Suprodjo.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved