Breaking News:

Malang Raya

Desa Sumberbrantas Kota Batu Dipasang Alat Deteksi Rawan Bencana

Pemasangan alat ini merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta

IST
Pemasangan alat sistem peringatan dini terhadap bencana di Desa Sumberbrantas, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu merupakan daerah rawan bencana, terutama longsor. Hal inilah yang membuat daerah itu dipasang alat sistem peringatan dini.

Kasi Pencegahan dan Kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Gatot Noegroho mengatakan, pemasangan alat ini untuk membantu warga sekitar agar siaga ketika terjadi bencana.

Pemasangan alat ini merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk daerah rawan bencana. Sebenarnya ada beberapa daerah yang diusulkan untuk pemasangan alat ini.

Yakni di Desa Tulung rejo, Desa Punten, Desa Desa Sumbergondo, dan Desa Sumberbrantas. Namun, melalui kajian UGM, Desa Sumberbrantas yang paling rawan terjadi bencana. Makanya, pemasangan alat ini hanya dilakukan di Desa Sumberbrantas.

“Karena alatnya hanya ada satu, jadi ditempatkan di lokasi yang memang rawan terjadi bencana. Nah di Desa Sumberbrantas itu ditinjau dari tekstur tanahnya sangat labil. Lalu juga kerapatan vegetasi juga kurang. Bentuk lerengnya juga rawan longsor,” kata Gatot Noegroho kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (4/4/2017).

Pemasangan alat deteksi Early Warning System (EWS) ini sudah dipasang sekitar bulan Oktober 2016. Hingga saat ini fungsi alat itu membantu warga mengetahui kapan terjadi longsor. Gatot menjelaskan fungsi kerja alat ini ialah memberikan sirine ketika ada gerakan tanah. Pada alat itu, ada komponen kabel seling yang fungsinya mendeteksi gerakan tanah. Apabila ada gerakan tanah, maka kabel itu akan tertarik dan menimbulkan bunyi.

“Ada juga tadah hujan. Nah tadah hujan ini fungsinya apabila curah hujan yang tinggi dan mencapai angka maksimal juga akan berbunyi sirinenya. Suara sirine ini bisa sampai ke rumah penduduk warga. Sehingga warga tahu jika ada peringatan. Secara otomatis juga terkoneksi dengan BPBD,” imbuhnya.

Sementara A Yuli, warga Desa Sumberbrantas mengatakan adanya alat deteksi itu diharapkan mampu menjadi peringatan warga sekitar sebelum terjadi longsor. Ia mengakui, kalau di daerahnya sering terjadi hujan lebat dan longsor.

“Tidak hanya membunyikan alat saja, tetapi juga harus terhubung sama tim penanggulangan bencana. Kami di sini kalau sdang hujan deras selalu waspada dna siaga. Mending siap-siap daripada pas longsor terjadi kami tidak siaga. Sering kok bunyi sirinenya dari alat itu,” kata dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved