Malang Raya

Wali Kota Malang, M Anton Klaim Gubernur Jatim Setujui Pembatasan Kuota Siswa Luar Kota

Kebijakan ini untuk melindungi siswa Kota Malang. Apalagi Pemkot Malang sedang giat memberi kebutuhan untuk siswa Kota Malang.

Wali Kota Malang, M Anton Klaim Gubernur Jatim Setujui Pembatasan Kuota Siswa Luar Kota
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Wali Kota Malang, M Anton. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING – Wali Kota Malang, M Anton sudah bertemu Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Saiful Rahman untuk membahas Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMAN dan SMKN.

Pertemuan tersebut digelar di di Lanud Abdulrahman Saleh beberapa waktu lalu.

“Saya bicara langsung dengan Pakde (panggilan Soekarwo, red.). Sebab SMAN dan SMKN kan di bawah Pemprov Jatim,” kata M Anton kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (5/4/2017).

Pria yang akrab disapa Abah Anton minta ada pembatasan kuota untuk siswa dari luar Kota Malang.

“Saya minta 90 persen siswa Kota Malang bisa sekolah di SMAN dan SMKN di kotanya sendiri,” kata Abah Anton.

Sedangkan siswa dari luar Kota Malang hanya diberi kuota sebesar 10 persen.

“Pakde setuju,” tambahnya.

Jika ini tidak disetujui, maka akan menimbulkan problem di Kota Malang.

Sementara itu, PPDB masuk SDN dan SMPN masih kewenangan Pemkot Malang. Kuota lima persen untuk siswa luar Kota Malang masih berlaku. Sedangkan kuota 95 persen untuk siswa Kota Malang.

Kebijakan ini untuk melindungi siswa Kota Malang. Apalagi Pemkot Malang sedang giat memberi kebutuhan untuk siswa Kota Malang.

Sementara itu, Kasi Program dan Evaluasi Bidang Pembinaan SMP Dindik Kota Malang, Budiono berjanji segera membuat surat untuk Dindik Jawa Timur pasca pertemuan di Lanud itu.

“Suratnya segera dibuat karena untuk melindungi siswa Kota Malang. Kami mengajukan permohonan ke Dindik Jawa Timur,” kata Budiono.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved