Malang Raya
Ini Pengakuan Mahasiswi Universitas Brawijaya Tersangka Pembunuhan Bayi
Keterangan dari PWA kepada penyidik, PWA melahirkan sekitar pukul 11.00 WIB.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Mahasiswi tersangka pembunuh bayi, PWA mulai menjalani pemeriksaan polisi setelah di tahan.
PWA diperiksa di Mapolres Malang Kota pasca keluar dari RS Saiful Anwar oleh petugas dari Unit Perindungan Anak dan Perempuam. Pemeriksaan dilakukan Kamis (6/4/2017).
Dalam pemeriksaan, PWA menegaskan tidak melakukan tindakan apa pun yang menyebabkan bayinya meninggal dunia.
Keterangan dari PWA kepada penyidik, PWA melahirkan sekitar pukul 11.00 WIB. PWA sempat kecapekan dan tertidur. Sekitar pukul 15.00 WIB.
Ia terbangun kemudian membersihkan bercak darah yang berceceran di lantai kamar kostnya. Selesai membersihkan lantai, ia merasa lapar dan keluar dari kamar kost untuk membeli makanan.
"Saat itu bayinya ditidurkan di ranjang dan diselimuti," kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Heru Dwi Purnomo, Jumat (7/4/2017).
Dilanjutkan Heru, sekembalinya dari membeli makanan, PWA memeriksa bayinya masih bernafas. Sesaat korban tertidur lagi, saat itulah diduga bayi meninggal dunia. Kemudian ibu kost dan menantunya mengetuk pintu kamar PWA.saat itulah, PWA sadar bahwa bayinya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Kesaksian PWA berbeda dengan kesaksian saksi, nanti akan kita lakukan beberapa pengujian, termasuk salah satunya adalah hasil otopsi yang mungkin akan selesai minggu depan,” ujar Heru.
Kesaksian ibu kost, mereka memutuskan mengetuk pintu kamar kost karena mendengar tangisan bayi. Artinya saat itu, bayi masih dalam keadaan sehat.
Lebih lanjut Heru mengatakan kondisi PWA sampai saat ini dalam keadaan sehat, hanya saja ia perlu banyak kontrol kesehatan karena kondisi kesehatannya masih belum pulih sepenuhnya.
Sampai saat ini pihak Universitas Brawijaya, perguruan tinggi dimana PWA sekolah, belum memberikan pendampingan untuk PWA.
“Jika nanti tidak ada pendampingan yang disiapkan, polisi yang akan menyiapkan pendamping hukumnya,” terang kasat.
Mengenai perkosaan yang dialami oleh PWA, ia mengatakan peristiwa itu terjadi di jalan yang setiap hari dilaluinya pulang dari kuliah. PWA mengaku tidak mengetahui persis siapa pelakunya karena kondisi saat itu sangat gelap untuk mengetahui wajah pelaku.
“Dia merahasiakannya karena malu, bahkan orang tuanya baru mengetahui setelah ia melahirkan. PWA memang tidak mempunyai niat untuk mengaborsi bayinya tersebut, karena itu ia memilih melahirkan bayinya secara normal,” ujar Kasat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-dibuang_20150505_194924.jpg)